Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Media Israel: Trump Perketat Pembatasan terhadap Israel di Berbagai Front

Admin June 23, 2026 at 18:04
Media Israel: Trump Perketat Pembatasan terhadap Israel di Berbagai Front

Berdasarkan laporan media Israel, Presiden Amerika Serikat Donald Trump diberitakan memberlakukan pembatasan lebih ketat terhadap tindakan militer dan kebijakan pemerintah Israel pada beberapa front, termasuk Lebanon.

Menurut data yang disiarkan Channel 13 Israel, kepemimpinan politik Israel telah mengeluarkan instruksi baru kepada militer mengenai batasan operasi di Lebanon. Di bawah pedoman tersebut, pasukan Israel diizinkan bergerak bebas di dalam apa yang disebut “yellow line” dan mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman langsung, namun dilarang melakukan operasi di kota-kota seperti Beirut dan Tyre.

Sumber lokal menyebutkan seorang pejabat senior Israel mengatakan, “Pesan yang kami terima dari Amerika dalam beberapa minggu terakhir jelas: Anda dulu mendapat izin beroperasi tanpa pembatasan, dan periode itu sudah berakhir.” Laporan lain dari media Israel juga menyebutkan adanya pembatasan yang meluas terhadap kapasitas militer dan kebijakan pemerintahan dalam konteks negosiasi regional.

Menurut data tambahan, Washington beberapa kali turun tangan untuk membatasi serangan dan mendorong gencatan senjata demi menjaga kerangka diplomatik yang lebih luas, termasuk pembicaraan terkait Iran. Namun, rincian lengkap mengenai mekanisme pembatasan ini dan perjanjian antara AS dan Israel masih belum dipublikasikan secara resmi.

Hingga laporan ini ditulis, Gedung Putih dan kantor Perdana Menteri Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi semua detail yang diberitakan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua langkah yang dilaporkan telah diimplementasikan di seluruh lini komando militer Israel.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui berita bila ada konfirmasi resmi atau dokumen tambahan yang tersedia.

Photo by: www.kaboompics.com, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.