Trump: Pemungutan Biaya Transit Laut oleh Iran di Bawah Kesepakatan ‘Tidak Bisa Diterima’
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa rencana Iran memungut biaya untuk pengiriman atau transit maritim di bawah kesepakatan akhir merupakan hal yang ‘tidak bisa diterima’. Menurut pernyataan yang dikutip oleh sejumlah outlet, Trump menegaskan bahwa jika Iran diberi kewenangan semacam itu, negara-negara lain akan menuntut perlakuan yang sama: ‘If you did that for them, you’d have to do it for other people … It would be a game changer,’ kata Trump.
Menurut data yang dilaporkan, pengumuman tentang pengaturan sementara yang mencakup gencatan senjata 60 hari dan rencana penggunaan dana Iran yang dibekukan untuk pembelian produk pertanian AS membawa dampak pasar; harga minyak global dilaporkan turun sekitar 3% setelah berita tersebut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Organisasi Maritim Internasional (IMO) bersama beberapa pihak — termasuk Iran, Oman, dan dukungan diplomatik AS menurut laporan — telah menyiapkan upaya terkoordinasi untuk mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut serta mengevakuasi kapal-kapal yang terperangkap di Selat Hormuz. Kesepakatan sementara itu juga disebut-sebut membuka jalur lalu lintas maritim yang sebelumnya diblokade selama beberapa bulan.
Namun, klaim mengenai pemungutan biaya transit oleh Iran mendapat reaksi keras dari Washington. Pejabat AS berpendapat bahwa pengenaan tarif semacam itu akan melanggar hukum internasional, sementara beberapa pengamat internasional memperingatkan bahwa Teheran bisa mencoba melakukan pengalihan istilah — misalnya menyebutnya ‘biaya layanan’ — untuk memperoleh leverage atas perdagangan global. Hingga laporan ini ditulis, lalu lintas maritim dilaporkan baru pulih secara terbatas dan ketegangan diplomatik terkait masalah biaya masih berlangsung.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah Iran benar-benar akan menerapkan skema pemungutan tersebut atau bagaimana rinciannya jika diwujudkan. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan pernyataan pihak terkait sebelum publikasi lebih lanjut.
Photo by: Siva Seshappan, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel