Trump Batalkan Serangan ke Iran Sementara Serangan Israel ke Gaza Berlanjut
Berdasarkan laporan Middle East Eye, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menunda serangan baru ke Iran selama ada kemungkinan cepat tercapainya kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Menurut pernyataan yang diposting Trump di platform Truth Social, Iran dan “negara-negara lain di Timur Tengah” meminta waktu untuk menyelesaikan suatu kesepakatan yang akan mengarah pada pembukaan segera dan total Selat Hormuz serta “akhir dari ancaman nuklir Iran”. “Berdasarkan permintaan ini,” tulis Trump, “saya setuju, demi manfaat masa depan DUNIA …, untuk membatalkan serangan, dengan syarat dapat dengan cepat membuat sebuah PERJANJIAN.” Ia juga mengatakan Israel “bergabung dengan saya dalam komitmen ini.”
Hingga laporan ini ditulis, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Teheran akan bertindak “tegas” jika terjadi “agresi” AS lebih lanjut. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa Korps Udara Angkasa mereka menargetkan hanggar perbaikan dan landasan F-35 di Pangkalan Al-Azraq, Yordania, dengan beberapa rudal balistik. Klaim mengenai sasaran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan tim redaksi masih memverifikasi rincian klaim serangan rudal itu.
Sumber lokal menyebutkan ketegangan di kawasan meningkat ketika media melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, menelepon Trump dan mendesak upaya de-eskalasi, termasuk penundaan serangan militer. Menurut laporan yang dikutip oleh sejumlah media, putra mahkota menekankan perlunya prioritas dialog dan upaya diplomatik untuk mencegah meluasnya konflik regional.
Sementara itu, serangan Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut. Militer Israel menyatakan telah menewaskan dua komandan Hamas melalui serangan udara pada Jumat dan Sabtu; kedua komandan itu diidentifikasi sebagai Salem Jamal Abd al-Rahman Abu Labad dan Muhammad Abd al-Nasser Muhammad Khatib. Selain itu, pada Minggu, serangan Israel menewaskan sembilan warga Palestina di Gaza, termasuk tiga anak-anak, menurut laporan Al Jazeera Arabic.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan 73.356 orang. Angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim redaksi.
Hamas dan delegasi Jihad Islam Palestina bertemu di Kairo pada Minggu pagi, menegaskan perlunya memaksa Israel mengakhiri ofensif militer dan menarik pasukan sepenuhnya dari Gaza. Kelompok-kelompok itu menyerukan “pengembangan tindakan bersama dan posisi nasional terpadu” untuk melindungi rakyat Palestina dan memulihkan hak-hak mereka.
Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim terkait serangan rudal Iran dan rincian komunikasi antar negara. Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan setelah konfirmasi tambahan tersedia.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel