Trump Ancam Musnahkan Iran Usai Bentrokan di Selat Hormuz
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah serangkaian serangan udara dan serangan rudal/drone di kawasan Teluk.
Menurut data yang beredar, AS melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap sasaran militer Iran di sepanjang pesisir Selat Hormuz setelah sebuah serangan drone menarget kapal tanker di perairan itu. Sebagai respons, Iran menyatakan telah melancarkan operasi gabungan rudal dan drone yang menargetkan delapan lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Bahrain mengaku mencegat sejumlah misil dan drone yang diluncurkan dari Iran, sementara otoritas Kuwait juga melaporkan adanya serangan terhadap instalasi militer di wilayahnya. Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan tewas atau gugur yang dapat dikonfirmasi secara independen; beberapa pihak menyatakan tidak ada korban AS, namun klaim lain masih simpang siur.
Presiden Donald Trump dilaporkan mengancam bahwa jika konflik berlanjut AS akan “memusnahkan” Republik Islam Iran, menyatakan negara itu “tidak akan lagi ada” jika Washington dipaksa untuk “menyelesaikan pekerjaan”. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah pernyataan tersebut akan diikuti oleh langkah militer skala lebih besar.
Konflik ini juga menyeret dampak politik dan keamanan lebih luas: menurut data, memorandum gencatan senjata 60 hari yang sebelumnya disepakati kini dipermasalahkan kedua belah pihak, yang saling menuduh melanggarnya. Selain itu, dilaporkan beberapa pejabat politik Irak ditahan terkait kasus korupsi yang dikaitkan dengan perkembangan situasi regional.
Di sisi lain, terjadi insiden terkait Israel-Palestina: sebuah laporan menyebut tentara Israel menembak dan melukai seorang warga Palestina di kamp pengungsi Qalandiya serta melakukan penangkapan dan penggerebekan rumah-rumah, menurut kantor berita Wafa.
Dampak ekonomi dan maritim juga terpantau: meskipun ancaman terhadap keamanan pelayaran meningkat, aktivitas pengiriman komersial belum sepenuhnya terhenti dan harga minyak justru sempat turun. Tim redaksi masih memverifikasi banyak klaim yang beredar, termasuk angka korban dan detail serangan di lapangan.
Tim redaksi menegaskan: Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim dari kedua belah pihak. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui berita ini ketika konfirmasi lebih lanjut tersedia.
Photo by: byAmirli , Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel