Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

تراودني الكوابيس: Perempuan Mengeluhkan Kekerasan Seksual di Sudan Selatan

Admin June 17, 2026 at 19:09
تراودني الكوابيس: Perempuan Mengeluhkan Kekerasan Seksual di Sudan Selatan

Berdasarkan laporan dari saksi dan organisasi hak asasi, sejumlah perempuan di Sudan Selatan mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan dalam konteks konflik dan pemindahan penduduk. Kesaksian-kesaksian terdokumentasi dari para penyintas menggambarkan dampak psikologis dan sosial jangka panjang yang ditinggalkan oleh pelanggaran tersebut.

Menurut data yang dihimpun oleh organisasi lokal dan LSM hak perempuan, puluhan korban telah memberi pernyataan tentang serangkaian kejadian yang melibatkan pelecehan seksual, pemerkosaan, dan intimidasi oleh individu bersenjata. Sumber lokal menyebutkan bahwa pelaku berasal dari berbagai kelompok bersenjata serta aktor yang memanfaatkan kekacauan keamanan untuk melakukan kejahatan ini.

Saksi yang selamat mengatakan pengalaman mereka “تراودني الكوابيس” (trawuduni al-kawabis — saya terus dihantui mimpi buruk), menandakan trauma berkepanjangan yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan keluarga. Hakim dan pekerja kemanusiaan yang meninjau kasus-kasus tersebut memperingatkan bahwa tanpa layanan psikososial dan dukungan hukum yang memadai, penyintas akan terus menanggung beban sosial dan ekonomi.

Para hak asasi manusia menilai bahwa kelanjutan pelanggaran ini terkait sebagian dengan tertundanya pelaksanaan mekanisme keadilan transisi. Menurut data awal, ketiadaan proses pertanggungjawaban yang efektif dan lemahnya akses ke rute pelaporan membuat banyak korban enggan melapor atau tidak mendapatkan pemulihan yang layak.

Hingga laporan ini ditulis, upaya untuk mengumpulkan bukti forensik dan kesaksian masih berjalan di beberapa wilayah terdampak. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban maupun identitas pelaku yang disebutkan dalam berbagai kesaksian.

Sumber lokal menyebutkan pula adanya hambatan budaya dan stigma yang membuat perempuan kesulitan mencari bantuan medis dan hukum. Aktivis hak perempuan menyerukan perlindungan yang lebih kuat, peningkatan layanan kesehatan reproduksi, dan mekanisme pelaporan yang aman.

Tim redaksi masih memverifikasi keterangan tambahan dari pihak berwenang serta data kuantitatif yang lebih rinci. LSM internasional yang bekerja di lapangan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam penyelidikan yang transparan dan upaya pemulihan bagi para penyintas.

Laporan ini disusun dengan hati-hati untuk mencerminkan kesaksian penyintas dan analisis para pakar, sambil menekankan kebutuhan mendesak akan langkah-langkah perlindungan, akuntabilitas, dan dukungan psikososial di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Sudan Selatan. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang disampaikan; pihak yang disebut bertanggung jawab belum memberikan pernyataan yang dikonfirmasi oleh tim redaksi.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.