Teheran Pertimbangkan Rencana agar Presiden Iran dan AS Menandatangani Kesepakatan
Berdasarkan laporan Middle East Eye, Kementerian Luar Negeri Teheran pada Rabu menyatakan sedang mempertimbangkan rencana agar Presiden Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang akan mengakhiri perang, menjelang upacara yang diperkirakan berlangsung di Swiss.
Sumber lokal menyebutkan pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kemenlu Esmaeil Baqaei. “Sejauh ini, rencana kami untuk pertemuan Jenewa belum berubah,” ujar Baqaei, seraya menambahkan bahwa salah satu gagasan adalah penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua presiden, yang saat ini sedang ditinjau. Jika dilakukan, menurut dia, penandatanganan pada prinsipnya akan dilakukan secara jarak jauh.
Menurut data dari laporan-laporan internasional lain yang beredar, draf kerangka kesepakatan mencakup sejumlah ketentuan besar — antara lain kewajiban Iran untuk menurunkan kadar uranium yang diperkaya, pembukaan kembali jalur maritim tertentu seperti Selat Hormuz tanpa biaya tol selama periode yang disepakati, serta pencabutan sementara beberapa sanksi AS. Ada pula laporan tentang rencana dana rekonstruksi swasta besar-besaran bagi Iran yang disebut mencapai ratusan miliar dolar dan kerangka 14 poin yang mengatur masa transisi 60 hari untuk menyelesaikan perjanjian akhir.
Hingga laporan ini ditulis belum ada konfirmasi final mengenai teks persis memorandum atau rincian teknis lain dari pihak kedua negara. Delegasi yang diperkirakan mewakili pertemuan di Swiss disebutkan adalah Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen serta kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana rincian yang dilaporkan oleh beberapa media — termasuk klaim tentang besaran dana rekonstruksi dan detil penurunan uranium — mencerminkan teks akhir yang akan ditandatangani. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan pernyataan resmi dari kedua pemerintah terkait isi dan mekanisme penandatanganan.
Redaksi akan memperbarui berita ini jika ada konfirmasi resmi atau perkembangan lebih lanjut dari Jenewa dan pernyataan langsung dari pihak terkait.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel