Kesepakatan Kerja Sama dengan Arirang Korea Perkuat Kehadiran Media Suriah dan Perluas Kemitraan Internasional GCC Kecam Serangan terhadap Saudi oleh Kelompok Irak yang Berafiliasi dengan Iran Saudi Arabia dan AS Lancarkan Serangan Terhadap Kelompok yang Didukung Iran di Irak Iran: Proposal Final kepada Oman soal Selat Hormuz Mensyaratkan Kontrol Jalur Pelayaran Kunci Iran Serang Basis AS di Timur Tengah Saat Trump Bertemu Netanyahu Tradisi Tarekat Sufi di Afrika Barat: Spiritualitas, Devotion, dan Pengaruh Sosial-Politik Trump Terima Netanyahu di Gedung Putih untuk Kunjungan Rekor Ketujuh Pelaporan: Penyalahgunaan terhadap Warga Sipil di Nagero, Western Equatoria, South Sudan Kemenlu Saudi: Serangan di Irak Dilakukan atas Hak Bela Diri Arab Saudi dan AS Lakukan Serangan Terhadap Kelompok Berbasis Iran di Irak Kesepakatan Kerja Sama dengan Arirang Korea Perkuat Kehadiran Media Suriah dan Perluas Kemitraan Internasional GCC Kecam Serangan terhadap Saudi oleh Kelompok Irak yang Berafiliasi dengan Iran Saudi Arabia dan AS Lancarkan Serangan Terhadap Kelompok yang Didukung Iran di Irak Iran: Proposal Final kepada Oman soal Selat Hormuz Mensyaratkan Kontrol Jalur Pelayaran Kunci Iran Serang Basis AS di Timur Tengah Saat Trump Bertemu Netanyahu Tradisi Tarekat Sufi di Afrika Barat: Spiritualitas, Devotion, dan Pengaruh Sosial-Politik Trump Terima Netanyahu di Gedung Putih untuk Kunjungan Rekor Ketujuh Pelaporan: Penyalahgunaan terhadap Warga Sipil di Nagero, Western Equatoria, South Sudan Kemenlu Saudi: Serangan di Irak Dilakukan atas Hak Bela Diri Arab Saudi dan AS Lakukan Serangan Terhadap Kelompok Berbasis Iran di Irak

Suara dari Tenda Gaza: Nyanyian Membuka Jalan bagi Para Penyintas Kehilangan

Admin June 26, 2026 at 13:10
Suara dari Tenda Gaza: Nyanyian Membuka Jalan bagi Para Penyintas Kehilangan

Berdasarkan laporan dari sumber-sumber lokal, anak-anak dan remaja pengungsi di Gaza menemukan secercah harapan melalui nyanyian dan pembelajaran musik di dalam tenda-tenda pengungsian.

Sumber lokal menyebutkan bahwa puluhan peserta, termasuk anak-anak dan pemuda yang kehilangan keluarga atau terpaksa mengungsi, mengikuti kelas-kelas musik informal yang digelar di pusat-pusat penampungan. Menurut data pengelola beberapa pusat pengungsian, kegiatan ini meliputi pelajaran vokal, alat musik sederhana, dan terapi ekspresi seni untuk membantu mereka mengatasi trauma dan duka.

Banyak peserta datang setelah mengalami kehilangan. Mereka meratapi anggota keluarga yang gugur dan mencari cara untuk meneruskan hidup di tengah kehancuran. Nyanyian, kata pengelola kegiatan, menjadi ruang aman di mana mereka bisa mengekspresikan rasa sedih, mengenang yang telah gugur, dan berusaha membangun kembali kehidupan sehari-hari.

Para relawan dan pengajar — yang sebagian besar adalah penduduk setempat dan sukarelawan muda — menggunakan metode sederhana: lagu-lagu tradisional, latihan pernapasan, dan permainan ritme. Hal ini, menurut pengelola, bukan sekadar hiburan; musik berfungsi sebagai alat rehabilitasi psikososial yang membantu anak-anak mengurangi kecemasan dan menemukan rutinitas baru.

Hingga laporan ini ditulis, kegiatan semacam itu masih berlangsung di beberapa lokasi di Gaza. Namun, akses ke alat dan pengajar terbatas akibat kondisi lapangan, sehingga jangkauan program masih belum merata.

Belum dapat diverifikasi secara independen skala penuh dari inisiatif ini dan dampak jangka panjangnya. Tim redaksi masih memverifikasi klaim, jumlah peserta, dan rincian operasional program dengan sumber-sumber di lapangan.

Photo by: Noor Aldin Alwan, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.