Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Smotrich Menolak Pembentukan Negara Palestina dan Serukan Akhiri Perjanjian Oslo

Admin June 4, 2026 at 11:03
Smotrich Menolak Pembentukan Negara Palestina dan Serukan Akhiri Perjanjian Oslo

Berdasarkan laporan Middle East Eye, pada 3 Juni 2026 Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan pengakhiran Perjanjian Oslo dan menolak prospek pembentukan negara Palestina di masa depan. Menurut data yang dipublikasikan dalam cuitan terkait, Smotrich menyatakan bahwa dalam perannya di kementerian pertahanan ia “memimpin misi untuk membunuh gagasan yang mengerikan tentang membagi tanah dan menyerahkan wilayah.”

Sumber lokal menyebutkan pernyataan itu disambut baik oleh kelompok pemukim sayap kanan yang menentang adanya negara Palestina, sementara para pengamat menilai ucapan tersebut akan memperumit upaya diplomatik yang mendukung solusi dua-negara. Menurut kolom analis di Jewish Journal, beberapa pihak menekankan bahwa solusi dua-negara masih dianggap oleh sebagian kalangan sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan identitas Yahudi sekaligus prinsip demokrasi di Israel, sehingga pernyataan Smotrich memicu kekhawatiran di kalangan internasional.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada reaksi resmi dari pihak Palestina yang dapat dikonfirmasi. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana pernyataan Smotrich akan diterjemahkan ke kebijakan praktis di lapangan, dan tim redaksi masih memverifikasi klaim dan reaksi yang beredar di media sosial serta pernyataan dari pejabat terkait. Tim redaksi masih memverifikasi apakah langkah lebih lanjut akan diambil oleh pemerintahan Israel menyusul pernyataan tersebut.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.