Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Setelah Keberatan AS, Israel Ganti Operasi Militer di Gaza dengan “Pencaplokan Diam-diam”

Admin June 17, 2026 at 03:04
Setelah Keberatan AS, Israel Ganti Operasi Militer di Gaza dengan “Pencaplokan Diam-diam”

Berdasarkan laporan, tentara pendudukan Israel menjalankan apa yang disebut sebagai “pencaplokan bertahap dan hening” di Jalur Gaza setelah menunda operasi militer yang awalnya direncanakan. Menurut laporan berbahasa Arab, langkah ini terjadi setelah administrasi Presiden AS Donald Trump menolak rencana operasi militer yang ingin dilaksanakan Israel di wilayah yang porak-poranda itu.

Menurut data yang dikumpulkan dari pengamatan lapangan dan sumber regional, pola tindakan yang diamati meliputi peningkatan kontrol administratif, penambahan pos-pos tetap, pembatasan pergerakan warga, serta upaya integrasi infrastruktur yang dapat dipandang sebagai penguatan kontrol de facto atas area tertentu di Gaza. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana perubahan kebijakan ini menggantikan rencana operasi militer penuh.

Sumber lokal menyebutkan adanya intensifikasi patroli dan penempatan unit-unit yang lebih permanen di beberapa titik strategis, sementara aktivitas militer berskala besar yang sempat direncanakan tidak dilanjutkan. Hingga laporan ini ditulis, otoritas militer Israel belum memberikan keterangan resmi yang merinci niat jangka panjang dari langkah-langkah tersebut.

Pengamat regional memperingatkan bahwa proses bertahap semacam ini berpotensi mengubah realitas di lapangan tanpa deklarasi formal, sehingga menimbulkan dampak kemanusiaan dan politik bagi penduduk Gaza. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang tujuan akhir dari langkah-langkah administratif dan militer ini.

Tim redaksi masih memverifikasi semua rincian dan akan memperbarui laporan jika ada konfirmasi tambahan dari sumber resmi maupun bukti lapangan.

Photo by: Emre Ezer, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.