Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Selandia Baru Dukung Perjanjian AS-Iran dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Admin June 15, 2026 at 09:08
Selandia Baru Dukung Perjanjian AS-Iran dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berdasarkan laporan, Selandia Baru menyambut perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran yang mengarah pada dibukanya kembali Selat Hormuz dan diakhirinya blokade angkatan laut yang selama ini mengganggu jalur energi global.

Menurut data, blokade sebelumnya diperkirakan mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia, dan pengumuman perjanjian menyebabkan harga minyak global turun lebih dari 3%, dengan Brent mendekati 84 dolar AS per barel.

Menteri Luar Negeri Winston Peters mengatakan perjanjian ini merupakan langkah penting untuk meredakan ketegangan dan mengembalikan kepercayaan pada rantai pasokan global, serta mendorong upaya diplomasi lebih lanjut antara Teheran dan Washington.

Perjanjian yang diumumkan meliputi gencatan serangan timbal balik, pencabutan blokade, dan dimulainya negosiasi baru terkait program nuklir Iran sebagai imbalan terhadap pelonggaran sanksi. Hingga laporan ini ditulis, penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim terkait rincian pelepasan aset Iran yang dibekukan dan besaran kompensasi finansial yang mungkin diberikan sebagai bagian dari kesepakatan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa meskipun de-eskalasi ini disambut luas, ketegangan regional masih tinggi, khususnya terkait situasi dengan Israel dan Lebanon, sehingga stabilitas jangka pendek diperkirakan masih rapuh.

Tim redaksi masih memverifikasi detail teknis perjanjian, termasuk jaminan non-proliferasi nuklir dan mekanisme untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta implikasi jangka panjang terhadap keamanan kawasan.

Selandia Baru menegaskan dukungan pada langkah-langkah yang mempromosikan penyelesaian damai dan pemulihan kepercayaan pasar energi global, kata pejabat pemerintah, seraya menyerukan agar semua pihak memanfaatkan momentum diplomasi untuk mencari solusi yang lebih permanen.

Photo by: byAmirli ‌‌, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.