Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Saudi Eksekusi Lima Migran Ethiopia atas Tuduhan Narkoba, Human Rights Watch Protes

Admin July 29, 2026 at 02:02
Saudi Eksekusi Lima Migran Ethiopia atas Tuduhan Narkoba, Human Rights Watch Protes

Berdasarkan laporan Human Rights Watch, otoritas Saudi mengeksekusi lima migran asal Ethiopia pada 27 Juli 2026 atas tuduhan terkait narkoba non-mematikan. Menurut data organisasi hak asasi tersebut, setidaknya 17 warga Ethiopia telah dieksekusi sejak awal 2026 dan sedikitnya 79 lainnya menghadapi risiko eksekusi yang akan segera dilaksanakan. Hingga laporan ini ditulis, European Saudi Organization for Human Rights mencatat sedikitnya 116 eksekusi di Saudi pada 2026 hingga 27 Juli.

Human Rights Watch menyebut proses peradilan terhadap para migran itu cacat prosedural: sidang yang kadang hanya berlangsung beberapa menit, tanpa pengacara, dan penerjemah hanya hadir pada sebagian kecil persidangan. Sumber lokal menyebutkan kelima pria itu berasal dari wilayah Tigray di Ethiopia dan melarikan diri setelah konflik berkepanjangan; mereka dilaporkan menempuh rute migrasi berbahaya lewat Yaman. Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian perjalanan dan perekrutan kerja yang disampaikan oleh narasumber, dan tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim tersebut.

Salah satu sumber yang diwawancarai Human Rights Watch mengatakan para pria itu ditangkap ketika berjalan di pinggir jalan setelah tidak menyadari telah melintasi perbatasan ke wilayah Saudi. Mereka ditahan lebih dari tiga tahun di fasilitas penahanan Khamis Mushait, dipaksa menandatangani dokumen berbahasa Arab yang tak mereka pahami, dan hanya mendapat beberapa kali persidangan singkat, termasuk dua persidangan secara daring.

Sumber menyatakan kelima korban beragama Kristen; mereka kemudian tewas dalam eksekusi. Sumber juga menyebutkan petugas penjara tidak mengizinkan mereka beribadah bersama dan ada laporan penyingkiran kalung salib secara paksa. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh pernyataan mengenai perlakuan di penjara, dan tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan.

Human Rights Watch mengecam penggunaan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba nonlethal dan mendesak Arab Saudi membatalkan hukuman mati bagi migran Ethiopia serta meninjau semua vonis sesuai kewajiban internasionalnya. Menurut data organisasi internasional, penerapan hukuman mati untuk pelanggaran semacam ini bertentangan dengan standar hak asasi internasional yang membatasi hukuman mati hanya untuk kejahatan paling serius.

Pihak Kementerian Luar Negeri Ethiopia sebelumnya menyatakan tetap berkomunikasi dengan otoritas Saudi mengenai warga negaranya yang menghadapi proses hukum. Tim redaksi masih memverifikasi apakah upaya konsuler telah diberikan kepada individu-individu yang dieksekusi dan mereka yang masih menghadapi vonis mati.

Photo by: Brett Jordan, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.