Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Rubio: Utusan Trump Tom Barrack Akan Mundur dari Jabatan Resmi di Suriah

Admin May 30, 2026 at 18:04
Rubio: Utusan Trump Tom Barrack Akan Mundur dari Jabatan Resmi di Suriah

Berdasarkan laporan, Senator Marco Rubio menyatakan bahwa utusan Presiden Trump untuk Suriah, Tom Barrack, akan mundur dari posisinya sebagai pejabat formal di Suriah namun tetap mempertahankan peran kunci dalam mengelola kebijakan AS terkait Suriah dan Irak.

Menurut data yang beredar berjudul “Trump envoy Tom Barrack to exit formal Syria post but retain key role managing US policy in Syria and Iraq”, langkah ini dimaksudkan untuk merestrukturisasi peran Barrack sehingga ia berfokus pada pengelolaan kebijakan regional dari luar struktur jabatan formal di lapangan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan mitra lokal tentang kelanjutan koordinasi bantuan kemanusiaan dan operasi diplomatik, karena perubahan kepemimpinan sering kali berdampak pada alur komunikasi dan dukungan di lapangan. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih maupun pernyataan publik dari pihak Tom Barrack mengenai detail perubahan peran tersebut.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah Barrack akan mempertahankan seluruh wewenang sebelumnya atau mengalami pembatasan mandat dalam kapasitas barunya. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut, termasuk sumber asal laporan dan rincian mengenai tugas yang akan dipertahankan atau diserahkan kepada pejabat lain.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.