Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon

Rubio: Utusan Trump Tom Barrack Akan Mundur dari Jabatan Resmi di Suriah

Admin May 30, 2026 at 18:04
Rubio: Utusan Trump Tom Barrack Akan Mundur dari Jabatan Resmi di Suriah

Berdasarkan laporan, Senator Marco Rubio menyatakan bahwa utusan Presiden Trump untuk Suriah, Tom Barrack, akan mundur dari posisinya sebagai pejabat formal di Suriah namun tetap mempertahankan peran kunci dalam mengelola kebijakan AS terkait Suriah dan Irak.

Menurut data yang beredar berjudul “Trump envoy Tom Barrack to exit formal Syria post but retain key role managing US policy in Syria and Iraq”, langkah ini dimaksudkan untuk merestrukturisasi peran Barrack sehingga ia berfokus pada pengelolaan kebijakan regional dari luar struktur jabatan formal di lapangan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan mitra lokal tentang kelanjutan koordinasi bantuan kemanusiaan dan operasi diplomatik, karena perubahan kepemimpinan sering kali berdampak pada alur komunikasi dan dukungan di lapangan. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih maupun pernyataan publik dari pihak Tom Barrack mengenai detail perubahan peran tersebut.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah Barrack akan mempertahankan seluruh wewenang sebelumnya atau mengalami pembatasan mandat dalam kapasitas barunya. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut, termasuk sumber asal laporan dan rincian mengenai tugas yang akan dipertahankan atau diserahkan kepada pejabat lain.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.