Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Riset Baru Bongkar Strategi Genosida Terbaru terhadap Uyghur oleh Tiongkok

Admin May 30, 2026 at 07:04
Riset Baru Bongkar Strategi Genosida Terbaru terhadap Uyghur oleh Tiongkok

Berdasarkan laporan Campaign for Uyghurs (CFU) yang merespons investigasi oleh Alison Killing di Financial Times, riset baru mengungkap evolusi strategi pemerintah Tiongkok dalam menekan dan menarget komunitas Uyghur di Xinjiang.

Menurut data investigasi tersebut, kampanye pemerintahan Beijing telah bergerak dari model kamp intervensi besar-besaran ke taktik yang lebih terselubung, termasuk deportasi terencana, penempatan paksa dalam jaringan industri dan rantai pasokan, program sterilitas terarah, pemisahan keluarga, serta penggunaan teknologi pengawasan canggih untuk melacak dan mengendalikan populasi Muslim.

Sumber lokal menyebutkan ada laporan tentang penghilangan paksa dan tindakan kekerasan selama penahanan; sejumlah Muslim gugur dalam kondisi yang dilaporkan oleh saksi dan keluarga. Laporan juga menyebut upaya sistematis untuk menghapus identitas budaya dan agama melalui pendidikan ulang, perubahan demografis, dan tekanan ekonomi.

Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim spesifik terkait jumlah gugur, praktik sterilitas, dan pengalihan tenaga kerja belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim redaksi. CFU menyambut investigasi Financial Times sebagai bukti bahwa taktik pemerintah Tiongkok memasuki fase baru yang lebih terselubung dan berbahaya bagi hak asasi warga Uyghur.

Komunitas internasional dan pembela HAM telah didesak untuk meningkatkan pengawasan, membantu dokumentasi bukti, serta menegakkan tanggung jawab atas pelanggaran yang dilaporkan. Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut dan akan memperbarui pemberitaan bila bukti tambahan tersedia.

Photo by: pierre matile, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.