Revolusi di Sektor Perbankan: Dua Ahli Jelaskan Manfaat Ekonomi Penghapusan Suriah dari Daftar “Pendukung Teror”
Berdasarkan laporan, langkah potensial untuk menghapus Suriah dari daftar negara “pendukung teror” dipandang oleh dua ahli sebagai pemicu perubahan besar di sektor perbankan negara itu. Sumber Arab menyebutkan bahwa Presiden Al-Shar’ dan Menteri Luar Negeri Al-Shaibani menerima sebuah surat dari Presiden AS yang mengandung pengumuman terkait kemungkinan penghapusan tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen dan Tim redaksi masih memverifikasi rincian resmi.
Menurut data dari analis ekonomi yang diwawancarai, penghapusan status ini berpotensi membuka akses Suriah ke layanan perbankan internasional yang lebih luas, termasuk pemulihan hubungan koresponden dengan bank-bank asing, kemudahan transfer remitansi, serta kemungkinan reaktivasi lini kredit perdagangan. Para ahli menilai bahwa hal ini dapat menurunkan biaya transaksi dan mempercepat arus modal yang dibutuhkan untuk rekonstruksi infrastruktur.
Seorang pakar perbankan menyatakan bahwa pembukaan kembali akses ke sistem perbankan global juga memungkinkan repatriasi aset cadangan sentral yang selama ini dibekukan di luar negeri. Menurutnya, aliran dana tersebut dapat memperkuat cadangan devisa, menstabilkan nilai tukar mata uang lokal, dan memperluas kapasitas pemberian kredit bagi sektor swasta—semua faktor yang penting untuk pemulihan ekonomi jangka menengah.
Hingga laporan ini ditulis, kedua ahli memberi catatan penting: manfaat ekonomi yang signifikan akan bergantung pada persyaratan pencabutan dan mekanisme pengawasan internasional. Mereka menekankan perlunya kebijakan kepatuhan anti-pencucian uang dan counter-terror financing (AML/CFT) yang ketat untuk meyakinkan mitra internasional dan meminimalkan risiko aliran dana ke aktor terlarang.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pelaku bisnis dan perbankan domestik menyambut optimisme namun juga berhati-hati. Sektor perbankan diharapkan mengalami gelombang modernisasi teknologi pembayaran, perluasan layanan fintech, dan peningkatan likuiditas jika arus modal luar negeri kembali mengalir. Namun, pengamat lain memperingatkan potensi tekanan sosial-politik yang muncul selama proses normalisasi ekonomi.
Menurut data pasar awal, investor regional dilaporkan menunggu kepastian kebijakan dan jaminan kepatuhan sebagai syarat masuk modal. Para ahli memperkirakan bahwa bantuan rekontruksi bersyarat dan investasi bertahap—terikat pada pemantauan internasional—merupakan skenario paling realistis dalam 12–24 bulan pertama setelah pengumuman resmi.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada perjanjian bilateral atau paket bantuan yang telah disiapkan bersamaan dengan surat tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan pernyataan resmi dari pihak terkait.
Kesimpulannya, dua ahli menilai bahwa penghapusan Suriah dari daftar “pendukung teror” berpotensi menjadi ‘revolusi’ bagi sektor perbankan negara itu—asalkan disertai mekanisme kepatuhan dan pengawasan yang kuat untuk mengatasi risiko keuangan dan keamanan yang masih ada.
Photo by: mori dad, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel