Laporan: Putra Mahkota Saudi Mendesak Trump Menahan Diri dari Serangan
Berdasarkan laporan Axios yang dikutip oleh sejumlah media, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman disebut telah menelepon Presiden AS Donald Trump pada Sabtu malam dan mendesak agar menurunkan ketegangan serta menahan diri dari peluncuran serangan besar-besaran terhadap Iran.
Menurut data yang disampaikan oleh pejabat AS kepada Axios, Riyadh menyatakan kekhawatiran bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Iran dapat memicu balasan yang menyasar fasilitas energi di Teluk, yang berpotensi meluas menjadi konflik regional. Sumber lokal menyebutkan pemerintah Saudi mencari kejelasan atas rencana Amerika Serikat dan mendorong solusi diplomatik untuk mencegah eskalasi.
Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa ia membatalkan serangan tersebut dengan syarat adanya kesepakatan yang memastikan pembukaan penuh Selat Hormuz dan komitmen Iran terhadap denuklirisasi. Hingga laporan ini ditulis, belum ada bukti terverifikasi independen bahwa rencana serangan akhir-akhir ini benar-benar akan dilaksanakan atau sepenuhnya dibatalkan.
Beberapa outlet lain, termasuk Middle East Eye, The Guardian, dan Israel National News, melaporkan narasi serupa yang menunjukkan upaya-upaya diplomatik dari berbagai pihak untuk meredakan ketegangan setelah serangkaian insiden di kawasan, termasuk serangan terhadap kapal-kapal dan sasaran militer. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah panggilan dan perundingan tersebut akan menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui informasi bila ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Photo by: Engin Akyurt, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel