Puluhan Demonstran Blokir Jalan di Bnei Brak Tuntut Wajib Militer untuk Komunitas Ultra-Ortodoks
Berdasarkan laporan, puluhan demonstran melakukan aksi protes pada Jumat di kota Bnei Brak, wilayah tengah Israel, menuntut agar komunitas ultra-Ortodoks (Haredi) wajib mengikuti dinas militer seperti warga lainnya. Menurut data yang dilaporkan oleh media setempat, peserta aksi terdiri dari warga sekuler serta anggota organisasi sayap kiri, termasuk kelompok “Mothers at the Front”.
Demonstran melakukan long march dan memblokir jalan-jalan utama di Bnei Brak — yang dikenal sebagai basis komunitas Haredi — sambil menyerukan kesetaraan dalam kewajiban dinas dan penghapusan pengecualian bagi siswa yeshiva (seminari agama). Sumber lokal menyebutkan terjadi bentrokan sporadis antara para pengunjuk rasa dan penduduk setempat, disertai pengerahan besar-besaran pasukan kepolisian Israel untuk mengamankan situasi.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah tersangka atau korban akibat bentrokan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim mengenai tindakan kekerasan terorganisir atau penahanan massal selama aksi tersebut. Saksi mata yang dihubungi oleh beberapa media menyatakan suasana tegang ketika barisan demonstran mencoba memasuki beberapa ruas jalan yang padat.
Pihak penyelenggara protes menyatakan aksi itu dimaksudkan untuk menekan pemerintah agar mencabut pengecualian dinas yang selama ini dinikmati sebagian anggota komunitas Haredi. Sementara itu, perwakilan komunitas ultra-Ortodoks menuduh para demonstran melakukan provokasi di daerah yang mayoritas penduduknya menganggap kewajiban agama sebagai prioritas hidup.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian setempat dan pernyataan resmi penyelenggara maupun pemuka komunitas Haredi. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah akan ada aksi lanjutan atau respons legislatif setelah protes hari ini.
Photo by: Xach Hill, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel