Polisi Australia Tinjau Dugaan Kejahatan Perang terhadap Warga saat Perang Gaza Memasuki Hari ke-1000
Berdasarkan laporan, Kepolisian Federal Australia (AFP) sedang meninjau bukti yang diajukan terkait dugaan kejahatan perang yang melibatkan seorang warga Australia yang dilaporkan bertugas bersama pasukan Israel (IDF) di Gaza. Bukti yang diajukan oleh Australian Centre for International Justice telah dirujuk kepada penyidik, dan hal ini dikonfirmasi oleh kepala unit penyelidikan khusus kepolisian Australia.
Menurut data yang beredar, proses peninjauan awal sedang berlangsung dan AFP mengatakan langkah-langkah prosedural telah dimulai untuk menilai apakah bukti cukup untuk membuka penyelidikan pidana formal. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian tuduhan terhadap individu yang bersangkutan, termasuk kapan dan di lokasi mana peristiwa yang dituduhkan terjadi.
Hingga laporan ini ditulis, perang di Gaza telah memasuki hari ke-1.000. Menurut data Al Jazeera yang dikompilasi dari otoritas setempat, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan gugur, termasuk lebih dari 21.500 anak-anak. Sumber lokal menyebutkan bahwa sekitar 90% wilayah Gaza mengalami kerusakan berat dan sekitar 80% dikendalikan oleh pasukan Israel; kondisi kemanusiaan digambarkan sangat kritis dengan krisis kelaparan dan runtuhnya layanan kesehatan.
Sementara itu, catatan lain menyebutkan korban di pihak Israel: ribuan tewas dalam pertempuran dan 964 tentara Israel dilaporkan tewas selama konflik yang menyusul serangan 7 Oktober 2023. Angka-angka ini berasal dari laporan internasional yang dipublikasikan sejauh ini dan berbeda-beda menurut sumber.
AFP belum merinci target atau jadwal penyelidikan, dan otoritas menegaskan bahwa proses hukum Australia akan mengikuti standar bukti yang ketat. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah warga Australia yang dituduh telah melakukan pelanggaran yang memenuhi syarat sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.
Sumber lokal menyebutkan keluarga dan perwakilan warga yang disebutkan menolak berkomentar atau belum dapat dihubungi. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen-dokumen pendukung dan pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang Australia maupun pihak terkait di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan awal, penyelidikan AFP akan menentukan langkah selanjutnya termasuk kemungkinan kerja sama dengan badan penegak hukum internasional atau mitra luar negeri jika bukti menunjukkan adanya pelanggaran jangka panjang. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim terkait individu dan angka korban sebelum adanya konfirmasi final.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel