PM Australia: Uji Rudal China di Pasifik Bisa Sebabkan ‘Kerusakan Besar’ jika Dipersenjatai
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memperingatkan bahwa uji coba rudal yang dilakukan China di Samudra Pasifik berisiko memicu proliferasi nuklir yang berbahaya. Menurut pernyataan resmi yang dikutip, ICBM yang ditembakkan pada Senin lalu dikatakan mampu menimbulkan “considerable damage” jika dipersenjatai.
Menurut data yang dilaporkan oleh kantor berita negara China, Xinhua, peluncuran dilakukan oleh sebuah “strategic missile carrying a dummy warhead” dari sebuah “strategic nuclear submarine of the navy.” Sumber lokal menyebutkan peluncuran itu terjadi di wilayah Samudra Pasifik selatan dan memasuki area yang selama ini dianggap sebagai zona bebas nuklir oleh beberapa negara kawasan.
Uji coba itu memicu kecaman internasional dari Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Kepulauan Solomon juga menyatakan ketidaksetujuannya, mengatakan negara-negara besar boleh menjadi teman namun tidak boleh mengancam: “be our friend but don’t threaten us,” ia mengimbuhkan kekhawatiran terhadap makin seringnya uji coba ICBM di kawasan Pasifik.
Para analis menyatakan peluncuran tersebut dapat dianggap sebagai sinyal strategis terhadap kekuatan Barat, sekaligus menunjukkan modernisasi kemampuan laut-tersembunyi China yang menurut beberapa perkiraan bisa berkembang pesat dalam dekade mendatang. Hingga laporan ini ditulis, beberapa pihak menilai uji coba itu mencerminkan upaya Beijing memperkuat deterrent lautnya di tengah dinamika geopolitik regional.
Beberapa laporan juga menyebutkan kemungkinan rudal yang diuji ialah versi canggih yang mampu mencapai jarak sangat jauh, namun detail teknis mengenai jenis rudal, jalur penerbangan, dan target simulasi Belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim teknis dan kronologi lengkap peluncuran serta reaksi diplomatik lanjutan dari Beijing.
Hingga laporan ini ditulis, China menyatakan uji coba merupakan latihan rutin dan sesuai hukum internasional, sementara negara-negara di kawasan menuntut transparansi lebih besar dan jaminan bahwa wilayah Pasifik tidak menjadi arena eskalasi militer.
Photo by: Sergey Platonov, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel