Perang Iran: AS Luncurkan Gelombang Serangan Kedua dalam 24 Jam
Berdasarkan laporan, Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran pada Rabu malam, gelombang kedua dalam 24 jam setelah Presiden Trump menyatakan gencatan senjata “berakhir”.
Menurut data yang beredar, serangan menyasar sejumlah lokasi di bagian selatan Iran, termasuk kota pelabuhan dan beberapa infrastruktur militer. Operasi ini disebut sebagai langkah pembalasan atas serangkaian insiden terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sumber lokal menyebutkan terdengar beberapa ledakan, terjadi pemadaman listrik, dan kebakaran di kompleks militer, termasuk laporan mengenai fasilitas yang terkait dengan Garda Revolusi. Hingga laporan ini ditulis, media Iran melaporkan adanya korban; beberapa pihak menyebut ada yang tewas dan luka-luka.
Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah dan identitas korban. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tersebut serta rincian target dan dampak serangan di lapangan.
Pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat menyebut serangan itu dimaksudkan untuk “melindungi kebebasan navigasi” dan menahan Tehran atas tindakan terhadap kapal dagang. Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan akan memberikan “tanggapan segera” terhadap eskalasi tersebut.
Konflik yang berlanjut ini meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan pelayaran di Teluk serta potensi dampak pada pasar energi global. Hingga laporan ini ditulis, situasi tetap tegang dan potensi eskalasi lebih lanjut belum dapat diprediksi.
Photo by: DMV Photojournalism, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel