Tuduhan Penyiksaan di Laut: Kesaksian Aktivis Flotilla Gaza Membantah Narasi Israel
Berdasarkan laporan The New York Times yang dikutip oleh Al Jazeera, 22 aktivis yang tergabung dalam “Global Resilience Flotilla” untuk bantuan Gaza menyatakan mereka mengalami berbagai bentuk penyerangan fisik oleh pasukan Israel saat kapal-kapal mereka dicegat di laut.
Menurut data yang dihimpun oleh investigasi tersebut, saksi dan rekam medis menunjukkan adanya cedera serius, pemukulan, dan kondisi penahanan yang digambarkan beberapa aktivis mirip dengan penempatan di dalam kontainer kargo yang sempit dan tidak manusiawi. Satu kesaksian juga menyebutkan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang aktivis.
Sumber lokal menyebutkan bahwa para aktivis dikeluarkan dari kapal dengan kekerasan, sebagian ditahan beberapa jam hingga hari, dan sebagian lainnya mengalami trauma fisik dan psikologis. Laporan itu menyinggung pula adanya dokumentasi medis yang memperkuat klaim-klaim tersebut.
Sejumlah ahli hukum internasional yang diwawancarai menilai tindakan yang dideskripsikan dalam laporan tersebut, jika terbukti, berpotensi melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Pihak berwenang Israel membantah tuduhan ini dan menyebutnya sebagai kampanye propaganda terencana, dengan menegaskan bahwa tindakan mereka sesuai dengan kebijakan dan hukum yang berlaku terkait blokade laut.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian dalam laporan ini. Hingga laporan ini ditulis, pihak-pihak terkait belum dapat diverifikasi secara penuh oleh tim redaksi mengenai kronologi lengkap insiden dan jumlah serta identitas korban yang terdampak.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dari kedua belah pihak, termasuk dokumentasi medis dan kesaksian lapangan, serta berupaya mengonfirmasi tanggapan resmi dari otoritas terkait.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel