Pentagon Mendesak Percepatan Produksi Senjata dan Amunisi karena Persediaan Menipis
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional yang mengutip sumber Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat meminta perusahaan-perusahaan industri pertahanan untuk mempercepat produksi senjata dan amunisi menyusul penurunan tajam persediaan, khususnya rudal pencegat, setelah operasi militer terbaru dengan Iran.
Menurut data yang beredar, persediaan rudal Patriot dilaporkan turun dari sekitar 2.200 menjadi 827 unit, sementara hampir 80% interceptor THAAD dikonsumsi dalam serangkaian tembakan; angka-angka ini menandakan penurunan stok yang signifikan. Belum dapat diverifikasi secara independen berapa persentase pasti yang telah digunakan atau tersisa di gudang militer AS.
Sumber lokal menyebutkan Pentagon memberi tenggat waktu 21 hari kepada kontraktor pertahanan untuk mengajukan rencana perluasan kapasitas produksi, termasuk upaya untuk meningkatkan laju produksi hingga beberapa kali lipat dalam beberapa tahun mendatang. Upaya percepatan ini menurut laporan juga terhambat oleh kebuntuan legislasi anggaran, dengan RUU belanja pertahanan senilai sekitar USD 1,15 triliun yang saat ini terhenti di Kongres.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari semua pihak terkait rincian jumlah persediaan dan target produksi baru. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang jadwal peningkatan produksi yang ambisius atau kemampuan pabrikan untuk memenuhi tenggat waktu tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan meminta konfirmasi resmi dari Pentagon serta perusahaan-perusahaan pertahanan terkait pernyataan dan data yang beredar.
Photo by: Waddle Aero, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel