Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

PBB: Penggerebekan yang Dipimpin Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa ‘Sangat Berbahaya’ bagi Status Quo

Admin July 24, 2026 at 03:05
PBB: Penggerebekan yang Dipimpin Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa ‘Sangat Berbahaya’ bagi Status Quo

Berdasarkan laporan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa penggerebekan oleh seorang menteri Israel yang didampingi kelompok ekstremis di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada 23 Juli 2026 adalah “sangat berbahaya” bagi status quo situs suci tersebut.

Menurut data yang dikutip oleh kantor berita, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa “ada sebuah status quo mengenai situs-situs suci Yahudi, Kristen, dan tentu saja Islam di Yerusalem. Sangat penting agar status quo itu dihormati”. Dujarric menegaskan bahwa otoritas Israel berkewajiban memastikan status quo dihormati dan agar pemeluk semua agama dapat mengakses situs-situs mereka secara bebas.

Menurut data Al Jazeera, lebih dari 4.200 pemukim dan aktivis sayap kanan memasuki kawasan Al-Aqsa dalam insiden yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan Israel memberlakukan pembatasan akses bagi para jamaah Palestina pada hari yang sama. Belum dapat diverifikasi secara independen angka kehadiran dan rincian pembatasan tersebut.

Insiden ini mendapat kecaman dari pejabat Yordania dan pihak Palestina yang memperingatkan bahwa tindakan semacam itu berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas di wilayah tersebut. Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir memuji kehadiran para pengunjuk dan menyebutnya sebagai kemajuan akses Yahudi ke situs itu, sebuah langkah yang menurut kritikus melanggar kesepakatan lama mengenai larangan ibadah non-Muslim di area tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai adanya korban jiwa atau cedera massal akibat penggerebekan. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar di berbagai sumber dan terus memantau perkembangan.

Sumber lokal menyebutkan pula bahwa komunitas internasional meminta agar semua pihak menahan diri dan menghormati status quo demi mencegah ketegangan agama dan politik yang lebih luas. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi tambahan dari otoritas Israel dan pihak pengelola situs.

Photo by: Sefa Türksoy, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.