AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

PBB Khawatir atas Laporan Penyiksaan terhadap Aktivis Flotila Gaza

Admin May 23, 2026 at 01:04
PBB Khawatir atas Laporan Penyiksaan terhadap Aktivis Flotila Gaza

Berdasarkan laporan dari berbagai media internasional, PBB menyatakan keprihatinan atas klaim penyiksaan dan perlakuan merendahkan yang dialami oleh aktivis flotila bantuan menuju Gaza setelah kapal-kapal mereka dicegat oleh pasukan Israel. Menurut data yang beredar, sekitar 430–438 aktivis telah ditahan dan banyak di antaranya telah dipulangkan ke negara asal dengan sejumlah cedera.

Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa aktivis mengalami patah tulang, luka memar serius, hingga dugaan kekerasan seksual. Hingga laporan ini ditulis, beberapa pemerintah Eropa — termasuk Italia, Jerman, dan Spanyol — sedang melakukan penyelidikan atas klaim-klaim tersebut, sementara pihak berwenang Israel membantah tuduhan itu dan menyebutnya “tidak benar”.

UN menuntut akuntabilitas dan penyelidikan independen menyusul beredarnya sebuah video yang menunjukkan perlakuan menghina terhadap tahanan, yang diposting oleh seorang pejabat Israel. Berdasarkan laporan, rekaman tersebut memperkuat seruan internasional untuk klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang disampaikan para aktivis, termasuk tuduhan penyiksaan dan kekerasan seksual. Hingga laporan ini ditulis, kantor-kantor PBB meminta akses untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, sementara beberapa korban dikabarkan membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Menurut data awal yang dikumpulkan oleh beberapa organisasi HAM dan saksi di lapangan, metode kekerasan yang dilaporkan meliputi pemukulan, penggunaan taser, dan perlakuan memalukan selama penahanan. Pihak berwenang Israel membantah sebagian besar tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan mereka sesuai hukum.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk jumlah pasti korban yang mengalami luka berat dan laporan klaim kekerasan seksual. Belum dapat diverifikasi secara independen identitas semua pihak yang terlibat dan kronologi lengkap peristiwa, sehingga redaksi akan memperbarui berita ini setelah verifikasi lebih lanjut.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.