Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi

PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak Palestina dan Terindikasi Melakukan Kejahatan Genosida di Gaza

Admin June 24, 2026 at 17:08
PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak Palestina dan Terindikasi Melakukan Kejahatan Genosida di Gaza

Berdasarkan laporan Komisi Penyelidikan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai wilayah Palestina yang diduduki, pasukan Israel dituduh secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Komisi menyimpulkan bahwa praktik ini berpotensi masuk kategori kejahatan genosida di Jalur Gaza.

Menurut data yang dikemukakan dalam laporan, sejak Oktober 2023 hingga saat ini sekitar 20.000 anak-anak Palestina telah gugur, sementara puluhan ribu lainnya terluka. Laporan tersebut menyoroti penggunaan munisi berdaya hancur tinggi di kawasan pemukiman, pemboman terhadap sekolah dan fasilitas kesehatan, serta kebijakan blokade yang menyebabkan kelaparan sebagai metode perang.

Hingga laporan ini ditulis, Komisi juga mendokumentasikan pola pelanggaran sistematis lain, termasuk kekerasan seksual, penyiksaan terhadap anak-anak di tahanan, dan penghancuran layanan kesehatan reproduksi. Di Tepi Barat, laporan menyatakan terdapat indikasi kejahatan perang berupa perlakuan kasar dan pelanggaran hak asasi terhadap anak-anak.

Israel menolak temuan tersebut dan menyebut laporan itu sebagai “fitnah” yang mengabaikan konteks serangan Hamas dan penggunaan warga sipil sebagai perisai. Pernyataan penolakan juga menegaskan bahwa tindakan militer dimaksudkan untuk menekan elemen militan dan meminimalkan korban sipil.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan dan pengepungan masih berdampak luas terhadap warga sipil, termasuk gangguan pasokan listrik, air, dan obat-obatan. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim terkait jumlah korban dan rincian kejadian yang diuraikan dalam laporan.

Komisi menyerukan akuntabilitas internasional dan penghentian praktik-praktik yang menurut mereka merongrong struktur fundamental masyarakat Palestina serta hak untuk menentukan nasib sendiri. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan kesaksian yang disebutkan dalam laporan serta menunggu tanggapan resmi pihak terkait untuk klarifikasi lebih lanjut.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.