Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak Palestina dan Terindikasi Melakukan Kejahatan Genosida di Gaza

Admin June 24, 2026 at 17:08
PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak Palestina dan Terindikasi Melakukan Kejahatan Genosida di Gaza

Berdasarkan laporan Komisi Penyelidikan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai wilayah Palestina yang diduduki, pasukan Israel dituduh secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Komisi menyimpulkan bahwa praktik ini berpotensi masuk kategori kejahatan genosida di Jalur Gaza.

Menurut data yang dikemukakan dalam laporan, sejak Oktober 2023 hingga saat ini sekitar 20.000 anak-anak Palestina telah gugur, sementara puluhan ribu lainnya terluka. Laporan tersebut menyoroti penggunaan munisi berdaya hancur tinggi di kawasan pemukiman, pemboman terhadap sekolah dan fasilitas kesehatan, serta kebijakan blokade yang menyebabkan kelaparan sebagai metode perang.

Hingga laporan ini ditulis, Komisi juga mendokumentasikan pola pelanggaran sistematis lain, termasuk kekerasan seksual, penyiksaan terhadap anak-anak di tahanan, dan penghancuran layanan kesehatan reproduksi. Di Tepi Barat, laporan menyatakan terdapat indikasi kejahatan perang berupa perlakuan kasar dan pelanggaran hak asasi terhadap anak-anak.

Israel menolak temuan tersebut dan menyebut laporan itu sebagai “fitnah” yang mengabaikan konteks serangan Hamas dan penggunaan warga sipil sebagai perisai. Pernyataan penolakan juga menegaskan bahwa tindakan militer dimaksudkan untuk menekan elemen militan dan meminimalkan korban sipil.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan dan pengepungan masih berdampak luas terhadap warga sipil, termasuk gangguan pasokan listrik, air, dan obat-obatan. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim terkait jumlah korban dan rincian kejadian yang diuraikan dalam laporan.

Komisi menyerukan akuntabilitas internasional dan penghentian praktik-praktik yang menurut mereka merongrong struktur fundamental masyarakat Palestina serta hak untuk menentukan nasib sendiri. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan kesaksian yang disebutkan dalam laporan serta menunggu tanggapan resmi pihak terkait untuk klarifikasi lebih lanjut.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.