Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Pasien Gaza Diterbangkan ke Irak Terjebak dalam ‘Limbo’ Administratif

Admin June 2, 2026 at 22:04
Pasien Gaza Diterbangkan ke Irak Terjebak dalam ‘Limbo’ Administratif

Berdasarkan laporan, sejumlah pasien Palestina yang diterbangkan dari Gaza ke Baghdad untuk mendapatkan perawatan medis kini terjebak dalam ‘limbo’ administratif setelah dokumen perjalanan mereka disita dan mereka dikurung di dalam sebuah pusat medis di Baghdad.

Sumber lokal menyebutkan dokumen-dokumen pasien diambil oleh pihak yang menangani proses kedatangan, sehingga pasien tidak dapat meninggalkan fasilitas atau melanjutkan perawatan di luar Irak. Menurut data sementara yang dibagikan oleh sumber-sumber lokal, pasien-pasien itu kehilangan akses ke identitas dan dokumen perjalanan mereka, yang menempatkan mereka pada posisi tanpa kepastian hukum maupun administratif.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah pasti pasien yang terdampak atau status hukum mereka; hal ini belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi terkait waktu kedatangan, pihak yang menahan dokumen, serta apakah ada campur tangan lembaga internasional atau organisasi kemanusiaan dalam upaya penyelesaian.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa. Pihak berwenang Irak dan organisasi kemanusiaan belum memberikan komentar resmi terkait klaim penahanan dokumen tersebut, sementara keluarga dan aktivis menyerukan agar akses perawatan dan kepastian hukum segera diberikan kepada pasien.

Tim redaksi masih berupaya menghubungi sumber-sumber resmi dan saksi mata untuk mengumpulkan keterangan tambahan dan akan melaporkan perkembangan setelah informasi dapat dipastikan.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.