Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Oman Terancam Bencana Lingkungan Setelah Tanker Bocor di Lepas Pantainya

Admin August 8, 2026 at 08:03
Oman Terancam Bencana Lingkungan Setelah Tanker Bocor di Lepas Pantainya

Berdasarkan laporan AFP dan organisasi lingkungan, Oman menghadapi ancaman bencana lingkungan setelah sebuah kapal tanker yang diduga bagian dari “armada bayangan” Rusia bocor dan meninggalkan noda minyak di perairan dekat kawasan cagar alam. Kapal tersebut dilaporkan mengalami ledakan, namun penyebab ledakan belum jelas, menurut sebuah perusahaan keamanan maritim yang dikutip AFP.

Menurut data citra satelit yang diverifikasi AFP dan ditinjau oleh Greenpeace, noda minyak terlihat menyebar dari kapal yang telah kandas lebih dari sebulan di dekat pulau al-Qibliyyah di lepas pantai selatan Oman. Greenpeace menyebutkan luas noda itu membesar dari sekitar 20 kilometer persegi pada 24 Juli menjadi diperkirakan 600 kilometer persegi pada 4 Agustus.

Sumber lokal menyebutkan kapal tersebut terdampar setelah serangkaian ledakan dan diduga membawa muatan minyak dalam jumlah besar, namun rincian kapasitas muatan masih dalam pemeriksaan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim mengenai kepemilikan kapal dan jumlah muatan, termasuk tudingan bahwa kapal itu merupakan bagian dari armada yang digunakan untuk mengakali sanksi.

Hingga laporan ini ditulis, minyak tampak masih bocor dan terkonsentrasi di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga risiko terjadinya bencana lingkungan yang lebih besar tetap serius, kata Nina Noelle dari Greenpeace kepada AFP. Organisasi lingkungan memperingatkan dampak yang parah dan berkepanjangan terhadap ekosistem laut, termasuk populasi paus punggung yang jarang ditemukan di Laut Arab, penyu laut, terumbu karang, serta mata pencaharian komunitas nelayan setempat.

Para ahli juga mengingatkan bahwa kondisi kapal yang menua dan perawatan yang buruk meningkatkan kemungkinan kegagalan struktur total yang dapat memperbesar tumpahan minyak. Upaya pembersihan dan penanggulangan masih terhambat oleh lokasi kapal yang rawan dan ukuran noda minyak.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan sedang menghubungi otoritas Oman serta organisasi penyelamat lingkungan untuk konfirmasi tambahan. Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim yang beredar terkait asal usul armada dan jumlah muatan minyak.

Photo by: Nikita Nikitin, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.