Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Menteri Israel Ikut Aksi di Perbatasan Gaza, Mendesak Kembalikan Pemukiman yang Ditarik 2005

Admin July 20, 2026 at 05:04
Menteri Israel Ikut Aksi di Perbatasan Gaza, Mendesak Kembalikan Pemukiman yang Ditarik 2005

Berdasarkan laporan dari Haaretz dan Ynet, sejumlah menteri kabinet Israel dan anggota parlemen dari koalisi mengikuti unjuk rasa dekat perbatasan Gaza untuk menuntut kembalinya pemukiman Yahudi yang dievakuasi pada 2005. Menurut data Ynet, kegiatan itu diorganisir oleh gerakan Nachala dan menarik ratusan hingga ribuan peserta di kawasan pantai Zikim, di tepi Jalur Gaza.

Sumber lokal menyebutkan bahwa tokoh-tokoh yang hadir termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, serta beberapa anggota Knesset lainnya yang menyuarakan tuntutan agar komunitas seperti Elei Sinai, Dugit, dan Nisanit dibangun kembali. Para peserta berargumen, menurut pernyataan yang dikutip media, bahwa ketiadaan kehadiran sipil Israel di Gaza menjadi salah satu faktor penyebab serangan 7 Oktober.

Berdasarkan laporan, militer Israel mencabut otorisasi untuk memasuki kawasan tersebut beberapa menit sebelum aksi dimulai dan menyebut area itu sebagai zona militer tertutup. Meskipun demikian, penyelenggara mengatakan unjuk rasa itu adalah demonstrasi legal untuk menunjukkan dukungan publik bagi pemukiman kembali. Hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi independen yang mengkonfirmasi apakah ada upaya masuk ke dalam wilayah Gaza oleh para demonstran.

Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang serangan udara dan krisis kemanusiaan yang berlanjut di Gaza, serta negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa kembalinya pemukiman akan meningkatkan keamanan atau mencegah serangan di masa depan; analisis tentang dampak kebijakan semacam itu masih menjadi perdebatan publik dan politik.

Tim redaksi masih memverifikasi jumlah pasti peserta, daftar lengkap pejabat yang hadir, dan apakah terdapat insiden keamanan selama demonstrasi. Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa atau luka di antara peserta aksi yang dapat dikonfirmasi oleh sumber resmi.

Photo by: Mohammed Abubakr, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.