Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Mantan Kepala Mossad: 7 Oktober Hanya Pendahuluan, Bahaya di Tepi Barat Lebih Besar

Admin June 21, 2026 at 14:03
Mantan Kepala Mossad: 7 Oktober Hanya Pendahuluan, Bahaya di Tepi Barat Lebih Besar

Berdasarkan laporan jaringan Quds, mantan kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), Tamir Pardo, memperingatkan bahwa peristiwa 7 Oktober hanya merupakan “pendahuluan” dan apa yang menanti Israel di Tepi Barat (West Bank) bisa jauh lebih berbahaya.

Menurut data dan pernyataan yang dikutip, Pardo menyatakan ancaman terbesar bagi rezim pendudukan bukanlah Iran, Hizbullah, atau Hamas semata, melainkan krisis-krisis internal yang memburuk serta kebijakan pemerintah yang dinilai meningkatkan ketegangan di wilayah pendudukan. Ia memperingatkan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut dapat memicu gelombang kekerasan baru dan eskalasi yang melibatkan kelompok-kelompok bersenjata dan pemukim ekstrem.

Sumber lokal menyebutkan adanya peningkatan insiden kekerasan dan gesekan antara warga Palestina dan pemukim di beberapa titik Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir, yang menurut Pardo berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas jika tidak ditangani. Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang Israel terkait peringatan tersebut.

Belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap pernyataan Pardo yang dilaporkan jaringan Quds, termasuk prediksi waktu dan skala kemungkinan gelombang kekerasan yang dimaksud. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang disampaikan dan akan memperbarui berita ini apabila informasi tambahan tersedia.

Photo by: George 🦅, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.