Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Maersk Belum Ubah Operasi di Timur Tengah Meski Ada Pakta AS-Iran

Admin June 15, 2026 at 20:13
Maersk Belum Ubah Operasi di Timur Tengah Meski Ada Pakta AS-Iran

Berdasarkan laporan, perusahaan pelayaran Denmark Maersk menyambut baik tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran, namun menilai masih terlalu dini untuk menilai dampaknya terhadap operasional logistik dan maritim di kawasan.

Menurut data yang disampaikan Maersk kepada Reuters, detail publik terkait pakta tersebut masih terbatas sehingga perusahaan belum mengambil perubahan pada operasi mereka di wilayah Timur Tengah. “Pada tahap ini, tidak ada perubahan terhadap operasi kami di kawasan,” ujar pernyataan itu.

Hingga laporan ini ditulis, para pelaku industri pengapalan global tetap berhati-hati. Beberapa pihak menunggu kepastian teknis seperti pembersihan ranjau laut dan jaminan keselamatan sebelum melanjutkan rute-rute yang terdampak, termasuk Selat Hormuz.

Sementara itu, sebuah laporan oleh kelompok hak asasi menuduh bahwa Maersk terus mengangkut komponen senjata ke Elbit Systems, produsen alat pertahanan terbesar Israel. Belum dapat diverifikasi secara independen kebenaran seluruh rincian dalam laporan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim terkait keterlibatan Maersk dalam pengangkutan komponen senjata tersebut.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kondisi lapangan dan risiko seperti sisa ranjau atau ancaman keamanan maritim menjadi faktor utama yang membuat perusahaan pelayaran menunda perubahan operasi meski ada perkembangan politik-diplomatik.

Perusahaan mengatakan akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan kebijakan operasional jika diperlukan, sambil menunggu rincian lebih lanjut dan jaminan keselamatan untuk awak kapal dan muatan.

Photo by: Wolfgang Weiser, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.