Krisis Timur Tengah: AS Lancarkan Gelombang Serangan Baru; UAE: Dua Tanker di Selat Hormuz Dihantam Rudal Iran
Berdasarkan laporan, militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap sasaran-sasaran di Iran, yang menurut keterangan resmi dimaksudkan untuk “terus menerapkan biaya berat” terhadap kemampuan pasukan Iran menyerang warga sipil dan kapal komersial di Selat Hormuz.
Menurut data dari otoritas Uni Emirat Arab (UAE), dua kapal tanker — Mombasa dan Al Bahiyah — di Selat Hormuz dihantam oleh rudal jelajah yang diluncurkan dari arah Iran. Sumber lokal menyebutkan satu awak kapal tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Belum dapat diverifikasi secara independen identitas maupun agama para korban.
Hingga laporan ini ditulis, serangkaian serangan dan serangan balasan masih berlangsung di beberapa titik di kawasan. Militer Bahrain menyatakan Iran menargetkan sasaran yang membahayakan warga sipil di wilayahnya dan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat serta menghancurkan sejumlah serangan udara Iran. Menurut data militer AS, operasi itu menargetkan pertahanan udara, situs rudal, dan peralatan angkatan laut Iran.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim pihak-pihak terkait mengenai target dan jumlah korban pada setiap serangan. Sumber-sumber resmi berbeda dalam menyampaikan rincian, dan proses verifikasi di lapangan masih berjalan.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran di Selat Hormuz serta dampak pada harga minyak dan stabilitas regional. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan lebih lanjut dan akan memperbarui informasi setelah mendapatkan konfirmasi tambahan dari sumber independen.
Photo by: Julien Goettelmann, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel