Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan

Admin May 30, 2026 at 03:04
Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan

Berdasarkan laporan, krisis obat di Sudan semakin memburuk seiring berlanjutnya konflik, dengan kekurangan obat-obatan yang menyelamatkan nyawa dan meluasnya peredaran obat-obatan selundupan.

Menurut data dari rumah sakit dan tenaga medis lokal, pasien—terutama mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal—mengalami kesulitan sehari-hari untuk memperoleh pengobatan dan perawatan rutin.

Hingga laporan ini ditulis, banyak fasilitas kesehatan melaporkan stok habis untuk obat-obatan penting, termasuk insulin, antibiotik, obat tekanan darah, dan obat untuk terapi yang bersifat darurat. Akibatnya, pasien terpaksa menunda perawatan atau mencari obat di pasar gelap, yang meningkatkan risiko mendapatkan obat palsu atau berbahaya.

Sumber lokal menyebutkan bahwa rute pasokan terganggu oleh pertempuran, penutupan jalur logistik, dan kondisi keamanan yang tidak menentu. Praktik penyelundupan obat pun dilaporkan meningkat karena celah dalam distribusi resmi.

Kondisi ini memperbesar ancaman komplikasi serius bagi pasien kronis dan berpotensi menyebabkan kehilangan nyawa. Beberapa keluarga di wilayah konflik melaporkan bahwa anggota mereka meninggal setelah tidak mendapat pengobatan tepat waktu, namun klaim angka kematian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Organisasi kemanusiaan dan dokter di lapangan menyerukan pembukaan koridor kemanusiaan untuk pengiriman obat-obatan dan pasokan medis, serta perlindungan terhadap fasilitas kesehatan sesuai hukum humaniter internasional.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan mengupdate laporan ini sejalan dengan masuknya informasi tambahan dari sumber di lapangan.

Photo by: Castorly Stock, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.