Kepala Shin Bet Peringatkan: Hamas Anggap ‘Peta Jalan’ sebagai ‘7 Oktober Politik’
Berdasarkan laporan terjemahan yang dipublikasi oleh Quds News dari koran Israel, kepala badan keamanan dalam Israel (Shin Bet) David Zini memperingatkan anggota Kabinet kecil (kabinett) bahwa gerakan Hamas melihat peta jalan tahap kedua yang diajukan sebagai semacam “7 Oktober secara politik”. Menurut data yang diberitakan, Zini mengklaim bahwa kesepakatan itu merupakan “operasi penipuan” dan “perangkap strategis” yang memberi Hamas waktu untuk merestrukturisasi diri dan menunda dilakukannya serangan militer sebelum pemilihan umum Israel pada 27 Oktober mendatang.
Menurut laporan Israel Hayom yang dikutip, beberapa menteri kabinet menyerukan penolakan tegas terhadap peta jalan tersebut dan mendesak kembalinya operasi militer di Gaza. Sumber lokal menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Permukiman Orit Strook, Menteri Pertanian Avi Dichter, serta Ze’ev Elkin mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengumumkan penolakan resmi terhadap pelaksanaan tahap kedua, bahkan menuntut kembalinya kebijakan pembunuhan yang ditargetkan terhadap para pemimpin Hamas.
Laporan menyebutkan juga bahwa Dichter menegaskan tujuan “menghancurkan Hamas” tidak bisa ditawar, sementara Smotrich menyatakan bahwa dokumen resmi itu harus dinyatakan tidak sah dan bahwa Hamas harus dihapus. Kepala Dewan Keamanan Nasional Shmuel Ben Ezra dilaporkan mengatakan kepada para menteri bahwa Israel telah mengirimkan amandemen terhadap dokumen ke Amerika Serikat dan menghadapi tekanan untuk menerima jeda operasi selama 14 hari serta menghindari pembunuhan sasaran.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada keputusan resmi yang diumumkan oleh pemerintah Israel mengenai sikap akhir terhadap peta jalan tahap kedua. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang maksud dan taktik Hamas maupun rincian komunikasi antara Israel dan pihak AS. Tim redaksi masih memverifikasi apakah adanya perubahan kebijakan operasional militer atau keputusan resmi dari Kabinet.
Sumber-sumber media Israel yang dikutip juga menyatakan beberapa menteri khawatir bahwa jika tidak ada penolakan eksplisit dalam dua minggu, hal itu praktis dianggap sebagai penerimaan terhadap rencana tersebut. Laporan tidak merinci adanya korban baru dalam insiden yang dibahas, dan tidak ada pernyataan dari pihak Hamas yang dikutip langsung dalam terjemahan tersebut.
Tim redaksi akan terus memantau perkembangan dan memperbarui berita ini bila ada konfirmasi resmi atau informasi tambahan. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang dikutip dari terjemahan media Israel.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel