Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Kepala Rumah Sakit Gaza Ditahan dalam Kondisi Mengancam Nyawa, Kelompok HAM Menyatakan

Admin July 5, 2026 at 19:03
Kepala Rumah Sakit Gaza Ditahan dalam Kondisi Mengancam Nyawa, Kelompok HAM Menyatakan

Berdasarkan laporan, Physicians for Human Rights memperingatkan bahwa Dr. Hussam Abu Safiya, direktur sebuah rumah sakit di Gaza yang ditahan oleh otoritas Israel sejak 2024, berada dalam kondisi yang mengancam jiwa. Menurut data dari pengacara dan organisasi hak asasi, Abu Safiya sulit bernapas dan hampir tidak bisa berbicara setelah lebih dari 555 hari berada dalam penahanan. Sumber lokal menyebutkan putranya, Elyas Abu Safia, melaporkan bahwa ayahnya hampir tidak mampu bernafas dan berbicara ketika dikunjungi.

Pengacara tahanan mengatakan ada penurunan kondisi kesehatan yang parah setelah kunjungan ke fasilitas Rakefet di Penjara Nitzan, dan Abu Safiya dilaporkan mengungkapkan ketakutan bahwa nyawanya bisa terancam saat berada di tahanan. Hingga laporan ini ditulis, tuduhan atau kondisi spesifik yang menyebabkan penurunan kesehatan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data yang tersedia, Abu Safiya telah ditahan oleh Israel sejak 2024; kelompok hak asasi mendesak pihak berwenang untuk memberikan perawatan medis yang memadai atau mempertimbangkan pembebasan sementara demi keselamatan pasien. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan upaya medis yang telah atau belum diberikan kepada Dr. Hussam Abu Safiya.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.