Kepala Hezbollah: Perlawanan Gagalkan Proyek ‘Israel Raya’, Pelucutan Senjata Tak Akan Lolos
Berdasarkan laporan, Ketua Umum Hezbollah Naim Qassem menyatakan bahwa perlawanan telah berhasil menggagalkan apa yang ia sebut sebagai “proyek Israel Raya” dan melindungi keberadaan Lebanon dari rencana pemusnahan dan pemindahan penduduk. Dalam pidato yang direkam, Qassem menegaskan bahwa dasar setiap negosiasi dengan Israel haruslah keamanan bersama.
Menurut data yang beredar dari pertemuan internasional, termasuk reaksi negara-negara G7 terhadap kesepakatan sementara AS-Iran, ada tekanan internasional yang menuntut penghentian permusuhan dan pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara di Lebanon. Namun Qassem menolak keras proposal pelucutan senjata terhadap Hezbollah, menyebutnya sebagai “resep Israel” yang tidak dapat diterima dan tidak akan dilalui oleh organisasinya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Qassem juga menyerukan kepada pemerintah dan kekuatan politik Lebanon untuk melakukan dialog internal demi mengatur urusan nasional tanpa campur tangan eksternal atau negosiasi langsung yang dikenakan dari luar. Ia menegaskan kesiapan Hezbollah untuk bekerja sama dalam upaya melindungi kedaulatan Lebanon, sambil menolak intervensi yang menurutnya bertujuan melucuti kemampuan pertahanan rakyat Lebanon.
Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim terkait keberhasilan menggagalkan “proyek Israel Raya” dan rincian kesepakatan internasional masih belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dan dokumen terkait serta mengumpulkan konfirmasi dari sumber resmi Lebanon dan pihak internasional yang relevan.
Photo by: Markus Winkler, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel