Iran Nyatakan Perjanjian Damai Dicabut, Berperang ‘Perang Eksistensial’ Usai Serangan AS
Berdasarkan laporan Associated Press, Iran menyatakan perjanjian damai sementara telah dibatalkan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.
Menurut data yang tersiar, AS mengumumkan gelombang serangan baru pada Rabu malam. Sumber lokal menyebutkan terjadi ledakan di beberapa wilayah pesisir dan kota di Iran, termasuk Bandar Abbas, Chabahar, dan Ahvaz.
Teheran menanggapi eskalasi itu dengan pernyataan keras dari Garda Revolusi Iran yang menyebut konflik telah memasuki “perang eksistensial.” Iran juga dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS, serta mengancam untuk menghentikan seluruh ekspor energi dari Timur Tengah.
Menurut data militer dan laporan lapangan, operasi AS mencakup serangan terhadap sistem pertahanan pesisir dan situs rudal, serta langkah-langkah untuk mengganggu kemampuan Iran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz. Tindakan tersebut juga dikaitkan dengan penerapan kembali blokade maritim oleh AS.
Beberapa sumber menyebutkan adanya korban jiwa akibat serangkaian serangan dan serangan balasan. Beberapa personel Iran dilaporkan tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka. Hingga laporan ini ditulis, jumlah pasti korban belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tentang korban dan target serangan.
Kondisi regional dan pasar energi segera bereaksi: harga minyak melonjak setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan. Sumber lokal menyebutkan ketegangan di pelabuhan-pelabuhan utama dan jalur pelayaran di Teluk yang semakin tinggi.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS yang merinci semua target dan jumlah korban akibat gelombang serangan terbaru itu. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari kedua belah pihak dan akan mengupdate laporan bila ada konfirmasi lebih lanjut.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim tentang kerusakan infrastruktur dan dampak jangka panjang terhadap ekspor energi, tetapi krisis ini memastikan bahwa perjanjian damai yang sempat ada praktis runtuh dan eskalasi konflik berlanjut.
Photo by: Ivan Hassib, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel