Iran: Kesepakatan dengan Oman untuk Membuka Kembali Selat Hormuz Hampir Rampung
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah mendekati finalisasi.
Menurut data yang dipublikasikan, para pihak telah mencapai pemahaman mengenai koordinat rute pelayaran yang akan digunakan untuk memulihkan arus kapal komersial. Beberapa sumber menyebut durasi kesepakatan bersifat sementara, berkisar antara 60 hari hingga dua–empat bulan, tergantung pada laporan yang dikutip.
Sumber lokal menyebutkan bahwa dalam proposal tersebut Teheran berpotensi diberikan kontrol atas arus masuk kapal (inbound traffic) yang memasuki Teluk Arab melalui Selat Hormuz. Menurut data lain dalam negosiasi, Iran dilaporkan mengusulkan biaya transit hingga sekitar 7% dari nilai kargo, sebuah poin yang mendapat penentangan dari pihak Amerika Serikat yang juga masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah diplomatik ini dipandang sebagai usaha untuk meredakan krisis energi global setelah berbulan-bulan gangguan pelayaran; laporan Al-Monitor/Reuters/AFP mencatat bahwa berita tentang kemajuan pembicaraan sudah menyebabkan penurunan harga Brent. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberi sinyal tekanan militer jika Selat tidak segera dibuka dan menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang besar serta kemampuan produksi yang terus ditingkatkan.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada pengumuman resmi bersama yang dirilis, dan sejumlah rincian teknis serta ketentuan keuangan masih dalam negosiasi. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua pihak yang berkepentingan telah menyetujui seluruh klausul. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Iran, Oman, dan pihak internasional terkait.
Photo by: Tuğba, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel