Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Kepala Negosiator Iran Minta AS ‘Berhati-hati’ Usai Ancaman Trump

Admin June 22, 2026 at 01:03
Kepala Negosiator Iran Minta AS ‘Berhati-hati’ Usai Ancaman Trump

Berdasarkan laporan, kepala negosiator Iran mengimbau Amerika Serikat untuk bersikap “berhati-hati” setelah Presiden AS melontarkan ancaman akan menyerang Iran jika proxy Tehran di Lebanon melanjutkan aksi militer. Pernyataan itu muncul di tengah pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung di Swiss, di mana Wakil Presiden AS JD Vance memimpin upaya mediasi untuk mempertahankan Memorandum of Understanding yang rapuh.

Menurut data dari beberapa sumber internasional, ketegangan meningkat setelah Trump mengatakan akan “memukul Iran sangat keras lagi” jika kekerasan berlanjut. Iran menegaskan penolakannya untuk menghentikan pengayaan uranium, sementara ada klaim bahwa Selat Hormuz telah ditutup sebagai respons terhadap serangan yang dituduhkan terhadap Hezbollah. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah Selat Hormuz benar-benar ditutup atau sejauh mana klaim tersebut berdampak pada lalu lintas minyak.

Ketegangan juga dipicu oleh peringatan dari Ketua Parlemen Qalibaf yang menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran “siap merespons dengan cara yang berbeda” jika negara itu diserang. Sumber lokal menyebutkan sempat terjadi bentrokan berat antar-kekuatan di kawasan yang berdekatan dengan wilayah konflik, namun detail dan jumlah korban belum jelas.

Hingga laporan ini ditulis, negosiasi di Swiss dilaporkan menunjukkan beberapa kemajuan oleh pihak-pihak yang terlibat, namun retorika keras dari Washington dan ancaman balasan dari Tehran tetap menjadi ancaman bagi kelangsungan gencatan senjata. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang penutupan jalur pelayaran atau rincian operasi militer terbaru.

Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi kedua belah pihak dan kondisi di lapangan sebelum laporan lanjutan diterbitkan.

Photo by: aboodi vesakaran, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.