Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Iran Menuduh AS Melanggar MoU dalam Surat kepada PBB

Admin July 15, 2026 at 12:03
Iran Menuduh AS Melanggar MoU dalam Surat kepada PBB

Berdasarkan laporan, Iran mengirimkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menuduh Amerika Serikat melanggar Memorandum of Understanding (MoU) yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang di kawasan. Menurut data dari pernyataan yang dikirim oleh Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan, AS “tidak hanya gagal memenuhi komitmennya tetapi secara aktif dan sistematis merusak pondasi” MoU tersebut.

Pernyataan dalam surat itu menyebutkan bahwa tindakan yang digambarkan sebagai disengaja, terhitung dan berkelanjutan tersebut merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional serta menunjukkan pengabaian total AS terhadap kewajiban hukum internasionalnya. Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim yang dibuat Iran dalam surat tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data yang beredar luas, tuduhan Tehran muncul di tengah eskalasi militer antara kedua negara — termasuk laporan tentang pemblokadean laut yang kembali diberlakukan dan serangkaian serangan udara dan serangan-maritim yang saling dibalas. Sumber lokal menyebutkan bahwa eskalasi tersebut memperburuk ketegangan dan menambah kekhawatiran internasional mengenai kemungkinan meluasnya konflik.

Surat Iran meminta PBB untuk menanggapi apa yang disebutnya pelanggaran serius terhadap perjanjian sementara yang seharusnya mencegah perang terbuka. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah klaim-klaim spesifik tentang tindakan AS yang disebutkan dalam surat tersebut mencerminkan kebijakan resmi Washington atau operasi-taktis yang terpisah.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk salinan penuh surat dan tanggapan resmi dari pemerintah AS maupun pernyataan lanjutan dari perwakilan PBB.

Photo by: Sayed Masoumi, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.