Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Harga Minyak Anjlok, Pasar Saham Eropa Menguat Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran

Admin August 3, 2026 at 16:04
Harga Minyak Anjlok, Pasar Saham Eropa Menguat Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran

Berdasarkan laporan The Guardian, harga minyak mentah turun tajam dan pasar saham Eropa menguat pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran untuk fokus pada negosiasi perdamaian.

Menurut data pasar, Brent crude turun sekitar 5% menjadi sekitar 83,50 dolar AS per barel, setelah sempat anjlok hingga 81,55 dolar AS per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 5 dolar menjadi 79,47 dolar AS per barel.

Hingga laporan ini ditulis, pergerakan harga tersebut tercatat pada sesi pertengahan pagi di Eropa dan memicu reli pada indeks saham regional karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz mereda.

Sumber lokal menyebutkan adanya laporan serangan terhadap kapal tanker di kawasan beberapa pekan terakhir, namun Belum dapat diverifikasi secara independen dan Tim redaksi masih memverifikasi.

Anulasi serangan oleh AS dinilai pasar sebagai penurunan eskalasi geopolitik, sehingga investor mengalihkan fokus ke faktor ekonomi lain seperti kebijakan OPEC+ dan data korporasi.

Menurut beberapa laporan—yang juga sedang dikonfirmasi—OPEC+ telah menyetujui peningkatan produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September; klaim ini Belum dapat diverifikasi secara independen dan Tim redaksi masih memverifikasi.

Analisis awal mengatakan pelonggaran ketegangan membantu menurunkan premi risiko pada minyak dan mendorong sentimen positif di bursa Eropa, meskipun ketidakpastian politik di wilayah tetap menjadi faktor yang dipantau ketat oleh pelaku pasar.

Berdasarkan laporan pasar, para analis memperingatkan bahwa situasi tetap rentan terhadap perubahan cepat, dan setiap perkembangan baru akan langsung mempengaruhi harga komoditas dan pasar modal global.

Hingga laporan ini ditulis, tidak ada informasi resmi mengenai korban jiwa yang dikaitkan dengan pembatalan serangan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi semua informasi yang terkait.

Photo by: Max Bonda, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.