Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Hamas Membubarkan Badan Pemerintahan Sipil di Gaza Setelah Hampir 20 Tahun

Admin July 7, 2026 at 11:05
Hamas Membubarkan Badan Pemerintahan Sipil di Gaza Setelah Hampir 20 Tahun

Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Hamas mengumumkan pembubaran badan pemerintahan sipilnya di Jalur Gaza setelah hampir 20 tahun mengelola administrasi wilayah tersebut. Menurut data yang dirilis bersama pengumuman itu, kekuasaan administratif akan diserahkan kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), sebuah komite teknokrat yang dibentuk di bawah roadmap gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Sumber lokal menyebutkan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menghilangkan “dalih” bagi kelanjutan operasi militer Israel dan untuk mempercepat proses rekonstruksi Gaza. Komite teknokrat yang disebutkan dalam sejumlah laporan, menurut data, adalah komite yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dipimpin oleh insinyur Ali Shaath.

Namun pengumuman tersebut menuai skeptisisme. Israel dan pihak yang dikenal sebagai Board of Peace menyatakan bahwa pembubaran badan sipil itu tidak cukup karena belum ada persetujuan soal pelucutan senjata dan kontrol keamanan penuh di wilayah tersebut. Menurut data yang dikutip media, masalah kunci yang belum terselesaikan adalah mekanisme penyerahan semua senjata dan pembentukan satu kekuatan bersenjata terpadu.

Sporadis serangan tetap terjadi meskipun ada gencatan senjata formal, dan laporan menyebutkan serangkaian insiden yang menimbulkan korban jiwa. Sumber lokal menyebutkan beberapa warga di Gaza gugur, sementara beberapa kombatan dan personel dari pihak lain tewas. Pernyataan tentang korban ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Para analis mencatat bahwa keputusan Hamas tampak bersifat simbolis jika organisasi tersebut mempertahankan kontrol politik dan sayap militernya di luar struktur administratif resmi. Hingga laporan ini ditulis, negosiasi mengenai waktu dan mekanisme pelucutan senjata masih buntu dan transfer kekuasaan operasional belum sepenuhnya terlaksana.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk komposisi lengkap NCAG, jadwal transisi administratif, dan dampak langsung pada layanan publik di Gaza.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.