Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Guterres: 136 Pegawai PBB Tewas Selama Setahun, 80 Bekerja di Gaza

Admin June 9, 2026 at 07:03
Guterres: 136 Pegawai PBB Tewas Selama Setahun, 80 Bekerja di Gaza

Berdasarkan laporan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan pada Senin bahwa 136 staf organisasi itu meninggal saat menjalankan tugas selama tahun terakhir, termasuk 80 pegawai yang bekerja di Gaza.

Menurut data yang dipaparkan oleh kantor PBB, angka tersebut mencakup semua staf yang gugur atau tewas saat melakukan tugas kemanusiaan dan operasional. Pernyataan Guterres dikutip dari rilis yang dirilis kemarin.

Hingga laporan ini ditulis, rincian lebih lanjut soal identitas, kewarganegaraan, dan latar belakang keagamaan para korban belum dirilis oleh PBB dan belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan bahwa kondisi keamanan di Gaza tetap sangat berbahaya bagi pekerja kemanusiaan, namun detail insiden per insiden masih samar.

Tim redaksi masih memverifikasi data tambahan dan akan mengupdate laporan ini ketika informasi resmi dan terverifikasi tersedia. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah mayoritas korban berasal dari kelompok agama tertentu; oleh karena itu artikel ini menggunakan istilah netral untuk menyebut mereka yang meninggal saat bertugas.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.