Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Usai Serangan di Sekitar Selat Hormuz

Admin July 8, 2026 at 21:08
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Usai Serangan di Sekitar Selat Hormuz

Berdasarkan laporan, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada di ambang keruntuhan setelah serangkaian serangan di sekitar Selat Hormuz. Menurut data yang beredar, tiga kapal komersial dilaporkan terkena serangan di perairan itu, dan militer AS kemudian melancarkan serangan balasan di wilayah sekitar Selat Hormuz, menargetkan sejumlah fasilitas dan aset yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Hingga laporan ini ditulis, pihak AS dikabarkan menarget lebih dari 80 sasaran, termasuk kapal-kapal Garda Revolusi, sistem pertahanan udara, dan lokasi peluncuran misil. Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara, dan Presiden AS menyatakan ia memandang gencatan senjata itu berakhir setelah Washington mencabut izin sementara yang memungkinkan ekspor minyak Iran.

Sumber lokal menyebutkan ada serangan balasan dari pihak Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Teluk, tetapi rincian tentang korban dan kerusakan masih simpang-siur. Menurut data pasar, ketegangan ini mendorong harga minyak dunia naik signifikan, dengan lonjakan lebih dari 5% dilaporkan oleh beberapa pemantau pasar.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang jumlah korban jiwa atau sifat kerugian masing-masing pihak; belum ada konfirmasi terpisah tentang apakah ada yang gugur atau tewas dalam insiden ini. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari kedua belah pihak serta laporan-laporan media internasional dan sumber lokal sebelum konfirmasi akhir.

Photo by: betül aymergen, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.