Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Usai Serangan di Sekitar Selat Hormuz
Berdasarkan laporan, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada di ambang keruntuhan setelah serangkaian serangan di sekitar Selat Hormuz. Menurut data yang beredar, tiga kapal komersial dilaporkan terkena serangan di perairan itu, dan militer AS kemudian melancarkan serangan balasan di wilayah sekitar Selat Hormuz, menargetkan sejumlah fasilitas dan aset yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Hingga laporan ini ditulis, pihak AS dikabarkan menarget lebih dari 80 sasaran, termasuk kapal-kapal Garda Revolusi, sistem pertahanan udara, dan lokasi peluncuran misil. Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara, dan Presiden AS menyatakan ia memandang gencatan senjata itu berakhir setelah Washington mencabut izin sementara yang memungkinkan ekspor minyak Iran.
Sumber lokal menyebutkan ada serangan balasan dari pihak Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Teluk, tetapi rincian tentang korban dan kerusakan masih simpang-siur. Menurut data pasar, ketegangan ini mendorong harga minyak dunia naik signifikan, dengan lonjakan lebih dari 5% dilaporkan oleh beberapa pemantau pasar.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang jumlah korban jiwa atau sifat kerugian masing-masing pihak; belum ada konfirmasi terpisah tentang apakah ada yang gugur atau tewas dalam insiden ini. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari kedua belah pihak serta laporan-laporan media internasional dan sumber lokal sebelum konfirmasi akhir.
Photo by: betül aymergen, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel