Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Keluarga Gaza Terjebak antara Harapan dan Luka atas Hilangnya Dua Bersaudara

Admin August 3, 2026 at 14:02
Keluarga Gaza Terjebak antara Harapan dan Luka atas Hilangnya Dua Bersaudara

Berdasarkan laporan Al Jazeera oleh Maram Humaid, kehidupan keluarga Abdel Aal di Gaza berubah menjadi pencarian tanpa akhir setelah hilangnya dua putra mereka, Othman (17) dan Sami (13), pada Juni 2025.

Menurut data, diperkirakan sekitar 11.200 orang dinyatakan hilang di seluruh wilayah Gaza sejak pecahnya konflik, meninggalkan banyak keluarga dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.

Beberapa laporan tak terverifikasi menyebutkan bahwa mayat yang diduga milik Othman dan Sami telah ditemukan dan gugur, sementara sumber lain menyampaikan klaim bahwa kedua anak itu ditahan di fasilitas penahanan Israel. Sumber lokal menyebutkan adanya laporan-laporan yang saling bertentangan ini, namun Belum dapat diverifikasi secara independen.

Kondisi ini diperparah oleh hambatan akses bagi lembaga internasional. Berdasarkan laporan, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah dilarang mengunjungi fasilitas penahanan Israel sejak Oktober 2023, sehingga proses identifikasi forensik dan verifikasi status tahanan menjadi sangat sulit.

Hingga laporan ini ditulis, keluarga Abdel Aal masih terjebak dalam “limbo” yang menyakitkan: mereka bergulat antara harapan mendapat kabar baik dan penderitaan karena tidak dapat berduka atau menutup lembaran jika anak-anak mereka benar-benar gugur. Tekanan psikologis dan rentetan informasi yang tidak jelas membuat keluarga rentan terhadap disinformasi.

Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim terkait nasib Othman dan Sami. Upaya mencari kepastian lebih lanjut terus dilakukan oleh keluarga dan sejumlah organisasi lokal yang membantu menyusun daftar orang hilang, namun tantangan praktis dan keamanan tetap besar.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.