Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Keluarga Gaza Bersatu Kembali dengan Anak yang Diduga Gugur Setelah Setahun Ditahan Israel

Admin July 10, 2026 at 21:11
Keluarga Gaza Bersatu Kembali dengan Anak yang Diduga Gugur Setelah Setahun Ditahan Israel

Berdasarkan laporan Middle East Monitor, sebuah keluarga Palestina di kota utara Jabalia, Gaza, kembali dipertemukan dengan putra mereka setelah setahun diyakini gugur namun ternyata berada di penjara Israel.

Menurut data keluarga dan saksi lokal, pria 23 tahun bernama Hamada Al-Banna dan saudaranya, Adham, sempat dianggap gugur setelah dilaporkan ditembak ketika sedang dalam perjalanan untuk mengambil bantuan makanan pada puncak krisis kelaparan musim panas 2025.

Sumber lokal menyebutkan suasana haru menyelimuti rumah keluarga yang rusak akibat pemboman Israel ketika Hamada pulang secara tak terduga; kerabat terjatuh dalam tangisan kebahagiaan setelah kehilangan harapan akan kebebasan sang anak.

Namun klaim bahwa Hamada ditahan di penjara Israel selama setahun dan kronologi kejadian yang menyebabkan keluarganya mengira ia gugur belum dapat diverifikasi secara independen. Rincian mengenai kondisi penahanan, lokasi, dan apakah Adham juga ditahan atau gugur masih kabur.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Israel mengenai penahanan Hamada atau penjelasan atas kejadian yang menyebabkan keluarganya mengira ia gugur.

Tim redaksi masih memverifikasi seluruh informasi dan akan memperbarui berita ini bila ada data atau pernyataan resmi tambahan.

Photo by: Sahrichion, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.