Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Euro-Med: Pendudukan Rekayasa Ulang Gaza Secara Militer untuk Mempersiapkan Pengusiran Penduduk

Admin July 7, 2026 at 00:06
Euro-Med: Pendudukan Rekayasa Ulang Gaza Secara Militer untuk Mempersiapkan Pengusiran Penduduk

Berdasarkan laporan jaringan Quds dan pernyataan terbaru, المرصد الأورومتوسطي لحقوق الإنسان (Euro-Med Observatory) pada hari Senin memperbarui peringatannya terkait bahaya kebijakan Israel di Jalur Gaza. Menurut data yang disampaikan lembaga tersebut, keberlanjutan isolasi wilayah serta peningkatan operasi militer menunjukkan adanya upaya untuk “merekayasa ulang” Gaza secara militer, yang menurut Euro-Med dapat menjadi langkah persiapan untuk memindahkan atau mendeportasi penduduk sipil.

Menurut data Euro-Med, pola tindakan yang diamati meliputi intensifikasi serangan udara dan darat, pembatasan akses kemanusiaan, serta perubahan struktur kontrol di titik-titik strategis yang berpotensi mengubah lanskap demografis dan infrastruktur di wilayah tersebut. Lembaga itu memperingatkan bahwa kombinasi kebijakan ini meningkatkan risiko pengungsian massal, kerusakan luas pada infrastruktur sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber lokal menyebutkan adanya peningkatan patroli militer dan pengetatan akses di beberapa kawasan, serta laporan tentang pemindahan paksa warga di titik-titik tertentu. Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh media.

Euro-Med menekankan perlunya tindakan cepat oleh komunitas internasional untuk mencegah eskalasi yang bisa memicu krisis kemanusiaan lebih besar. Organisasi HAM itu juga menyerukan akses kemanusiaan tanpa hambatan, investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran, dan penghentian kebijakan yang dapat mengarah pada pembersihan paksa.

Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana rencana atau kebijakan formal yang mengatur pemindahan penduduk tersebut telah disusun. Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dan menunggu konfirmasi dari sumber resmi serta organisasi kemanusiaan di lapangan.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.