Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

MAP: Dr. Hussam Abu Safiya Terancam Jiwa di Tahanan, Diminta Dibebaskan Segera

Admin July 6, 2026 at 22:08
MAP: Dr. Hussam Abu Safiya Terancam Jiwa di Tahanan, Diminta Dibebaskan Segera

Berdasarkan laporan Medical Aid for Palestinians (MAP), direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dr. Hussam Abu Safiya, berada dalam “bahaya yang segera” terhadap nyawanya saat ditahan oleh otoritas Israel.

Menurut data yang disampaikan oleh pengacara Nasser Odeh setelah kunjungan pada 2 Juli 2026 ke fasilitas Rakefet di Penjara Nitzan, Dr. Abu Safiya menunjukkan tanda-tanda kemunduran fisik yang parah, termasuk luka-luka yang terlihat, kelemahan ekstrem, kesulitan bernapas, serta gangguan psikologis. Odeh melaporkan bahwa dokter itu tampak beberapa kali hampir kehilangan kesadaran dan mengungkapkan ketakutan bahwa ia tidak akan bertahan dalam tahanan.

MAP — sebuah badan amal medis berbasis di Inggris — menyerukan pembebasan segera Dr. Abu Safiya dan perawatan medis yang memadai. Menurut data kasus, Abu Safiya telah ditahan oleh otoritas Israel sejak 27 Desember 2024 tanpa tuduhan resmi atau pengadilan.

Sumber lokal menyebutkan warga Gaza menunjukkan solidaritas terhadap Abu Safiya, termasuk lukisan potretnya pada puing-puing sebagai bentuk dukungan publik. Tim redaksi masih memverifikasi detail ini.

Organisasi hak asasi dan pengacara juga mengajukan petisi mendesak ke Mahkamah Agung Israel; laporan menyebutkan pengadilan memerintahkan negara untuk menanggapi klaim kondisi menitipkan nyawa tersebut. Di sisi lain, otoritas Israel membantah tuduhan pelecehan dan menyatakan Abu Safiya sedang dalam penyelidikan atas dugaan hubungan dengan kelompok tertentu.

Hingga laporan ini ditulis, klaim tentang kondisi fisik dan perlakuan terhadap Dr. Abu Safiya belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dari pihak berwenang Israel, dokumentasi medis, dan sumber tambahan di lapangan.

Belum ada informasi yang menunjukkan bahwa Dr. Abu Safiya telah meninggal; MAP dan pengacara memperingatkan bahwa tanpa tindakan cepat nyawanya bisa terancam.

Belum dapat diverifikasi secara independen: semua klaim tentang penyiksaan atau penyebab cedera menunggu konfirmasi dari sumber medis independen dan pernyataan resmi pihak yang berwenang.

Photo by: DΛVΞ GΛRCIΛ, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.