Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

David Brat Dikukuhkan sebagai Duta Besar AS untuk Australia

Admin August 8, 2026 at 07:05
David Brat Dikukuhkan sebagai Duta Besar AS untuk Australia

Berdasarkan laporan The Guardian, mantan anggota kongres Virginia David Brat telah dikukuhkan oleh Senat Amerika Serikat sebagai duta besar AS untuk Australia, mengakhiri kekosongan jabatan yang berlangsung sekitar 18 bulan.

Menurut data Senat, pengesahan Brat terjadi pada Jumat waktu Washington dan merupakan bagian dari dorongan Partai Republik untuk menyetujui lebih dari 70 nominasi sebelum reses musim panas; pemungutan suara dilaporkan berakhir dengan angka 51-47.

Brat, yang dikenal sebagai figur gerakan Tea Party dan mantan profesor ekonomi, pernah menimbulkan kontroversi setelah mengajukan pandangan bahwa Kekristenan dan kapitalisme seharusnya menyatu. Dia juga pernah membuat klaim kontroversial terkait badan-badan intelijen AS; klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga laporan ini ditulis, belum ada penjelasan rinci dari pihak Brat mengenai prioritas diplomatiknya di Canberra.

Penunjukan Brat datang di tengah beberapa isu sensitif dalam hubungan AS-Australia, termasuk ketegangan terkait tarif dan penyesuaian atas kesepakatan kapal selam nuklir Aukus. Sumber lokal menyebutkan reaksi beragam di kalangan politisi Australia terhadap pengangkatan tersebut. Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan Australia menghormati kedaulatan AS dalam memilih perwakilan diplomatiknya.

Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana pandangan politik dan pernyataan masa lalu Brat akan mempengaruhi hubungan bilateral. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui laporan bila ada informasi tambahan.

Photo by: Oleksandr Plakhota, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.