Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik Selatan, Australia Kecam ‘Destabilisasi’

Admin July 6, 2026 at 15:05
China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik Selatan, Australia Kecam ‘Destabilisasi’

Berdasarkan laporan, China dilaporkan melakukan uji coba rudal jarak jauh di wilayah Pasifik Selatan beberapa jam setelah Australia menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji. Uji coba ini memicu kecaman dari pemerintah Australia dan sejumlah pemimpin regional.

Menurut data yang beredar, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan uji coba rudal tersebut bersifat “destabilisasi” bagi kawasan, sementara menteri luar negeri Selandia Baru Winston Peters menggambarkannya sebagai “deeply concerning”. Canberra dan Wellington menyatakan keprihatinan atas kurangnya transparansi Beijing terkait aktivitas militer di kawasan.

Sumber lokal menyebutkan peluncuran dilakukan dari kapal selam dan beberapa laporan awal menyebut rudal memasuki wilayah yang dikaitkan dengan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan. Pihak Beijing dikabarkan membela tindakan itu sebagai latihan rutin yang sesuai dengan hukum internasional.

Hingga laporan ini ditulis, rincian teknis seperti jenis rudal, apakah membawa hulu ledak, dan potensi dampak terhadap lalu lintas maritim serta keselamatan sipil belum dapat diverifikasi secara independen. Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah uji coba tersebut terkait langsung dengan penandatanganan perjanjian pertahanan antara Australia dan Fiji beberapa jam sebelumnya.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi yang beredar dan akan memperbarui berita ini ketika pernyataan resmi atau bukti tambahan tersedia.

Photo by: Da Na, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.