China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik Selatan, Australia Kecam ‘Destabilisasi’
Berdasarkan laporan, China dilaporkan melakukan uji coba rudal jarak jauh di wilayah Pasifik Selatan beberapa jam setelah Australia menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji. Uji coba ini memicu kecaman dari pemerintah Australia dan sejumlah pemimpin regional.
Menurut data yang beredar, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan uji coba rudal tersebut bersifat “destabilisasi” bagi kawasan, sementara menteri luar negeri Selandia Baru Winston Peters menggambarkannya sebagai “deeply concerning”. Canberra dan Wellington menyatakan keprihatinan atas kurangnya transparansi Beijing terkait aktivitas militer di kawasan.
Sumber lokal menyebutkan peluncuran dilakukan dari kapal selam dan beberapa laporan awal menyebut rudal memasuki wilayah yang dikaitkan dengan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan. Pihak Beijing dikabarkan membela tindakan itu sebagai latihan rutin yang sesuai dengan hukum internasional.
Hingga laporan ini ditulis, rincian teknis seperti jenis rudal, apakah membawa hulu ledak, dan potensi dampak terhadap lalu lintas maritim serta keselamatan sipil belum dapat diverifikasi secara independen. Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah uji coba tersebut terkait langsung dengan penandatanganan perjanjian pertahanan antara Australia dan Fiji beberapa jam sebelumnya.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi yang beredar dan akan memperbarui berita ini ketika pernyataan resmi atau bukti tambahan tersedia.
Photo by: Da Na, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel