Campaign for Uyghurs Sambut Perluasan Daftar Entitas UFLPA oleh AS
Berdasarkan laporan Campaign for Uyghurs (CFU) yang dirilis pada 31 Juli 2026, organisasi advokasi tersebut menyambut keputusan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat untuk memperluas Daftar Entitas di bawah Uyghur Forced Labor Prevention Act (UFLPA).
Menurut data Justice For All yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2026, perluasan terbaru menambahkan 43 perusahaan Tiongkok ke daftar entitas UFLPA, sehingga total entitas yang tercantum mencapai 187 perusahaan yang beroperasi di sektor seperti aluminium, tekstil, dan farmasi. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti dan rincian setiap entitas yang ditambahkan.
CFU menyatakan bahwa langkah administratif ini merupakan langkah penting untuk mencegah produk yang diduga dihasilkan dengan tenaga kerja paksa masuk ke pasar AS. Organisasi itu menyerukan percepatan pencatatan entitas berisiko tinggi berikutnya dan peningkatan pengawasan terhadap rantai pasok global.
Kebijakan UFLPA menetapkan bahwa barang-barang yang berasal dari wilayah Xinjiang dianggap berisiko tinggi diproduksi dengan tenaga kerja paksa dan dilarang masuk ke AS kecuali importir dapat membuktikan sebaliknya. Hingga laporan ini ditulis, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS belum merilis pernyataan tambahan yang merinci langkah pelaksanaan lebih lanjut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa praktik kerja paksa dan pelanggaran HAM terhadap komunitas Uyghur masih dilaporkan di beberapa bagian Xinjiang, meskipun klaim tersebut sering dibantah oleh otoritas Tiongkok. Pernyataan tentang kondisi di lapangan dan identitas perusahaan yang terlibat masih memerlukan verifikasi lebih jauh.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dan data terkait dari pihak-pihak terkait serta akan menginformasikan pembaruan apabila informasi tambahan tersedia.
Photo by: Mücahit Beyhan, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel