Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Caitriona Graham Kisahkan Perlakuan Kekerasan Setelah Serangan Flotila Gaza

Admin May 22, 2026 at 10:03
Caitriona Graham Kisahkan Perlakuan Kekerasan Setelah Serangan Flotila Gaza

Berdasarkan laporan, aktivis asal Irlandia Caitriona Graham menceritakan perlakuan kasar yang dialaminya setelah kapal bantuan kemanusiaan “Global Sumud Flotilla” dicegat oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional.

Menurut data, sekitar 430 aktivis dari berbagai negara dideportasi setelah insiden tersebut. Graham dan beberapa peserta lainnya mengaku dianiaya saat berada di tangan petugas keamanan; pengaduan termasuk pemukulan, penggunaan taser, serta perlakuan menghina saat diborgol dan berlutut.

Sumber lokal menyebutkan video yang diposting oleh Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menunjukkan dirinya mengejek dan mempermalukan tahanan yang terikat. Tindakan itu memicu kecaman internasional dari sejumlah pemerintah dan lembaga, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Perdana Menteri Israel juga dikabarkan menegur perilaku Ben-Gvir.

Israel Prison Service membela tindakan petugas yang terlihat dalam rekaman, dengan mengatakan prosedur yang diterapkan sesuai ketentuan. Hingga laporan ini ditulis, klaim kekerasan fisik dari beberapa aktivis, termasuk seorang anggota parlemen Italia dan seorang jurnalis, belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data dan pernyataan resmi, pemerintah Israel mempertahankan bahwa blokade laut atas Gaza adalah sah dan operasi dilakukan dengan alasan keamanan. Namun beberapa organisasi internasional dan pemerhati hak asasi menilai perlakuan terhadap tahanan sebagai pelecehan yang tidak dapat dibenarkan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada korban jiwa dalam insiden ini; laporan yang beredar sampai saat ini fokus pada tuduhan penganiayaan dan perlakuan merendahkan.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan terus memantau perkembangan pernyataan resmi dari semua pihak terkait.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.